Jagosatu.com - Manchester City bisa tertinggal tujuh poin dari puncak klasemen Premier League akhir pekan ini, tetapi Pep Guardiola tetap tenang.
Manajer asal Spanyol itu mengingatkan rival-rival gelar bahwa musim masih panjang setelah City kalah 2-1 dari Newcastle United pada Sabtu.
City memulai laga setelah jeda internasional dengan empat poin di belakang Arsenal, dengan peluang untuk memangkas jarak menjadi satu poin sebelum menghadapi Tottenham.
Namun, Harvey Barnes mencetak dua gol di sela-sela gol Ruben Dias, membuat tiga gol tercipta dalam tujuh menit babak kedua yang menentukan hasil pertandingan.
Kedua tim sama-sama melewatkan beberapa peluang bagus di babak pertama, sehingga skor tetap 0-0 hingga turun minum.
Kekalahan ini membuat City berpotensi tertinggal tujuh poin dari pemuncak klasemen setelah 12 pertandingan.
Empat kekalahan yang mereka alami sejauh ini adalah yang terbanyak sejak musim 2013-14.
Ini juga menjadi jumlah kekalahan terbanyak yang pernah dialami tim yang dilatih Guardiola dalam 12 laga pertama sebuah musim liga.
Meski demikian, Guardiola menegaskan bahwa ia tidak panik pada tahap ini.
"Kami sudah memberikan segalanya," kata Guardiola kepada wartawan, menekankan usaha maksimal timnya.
Ia menambahkan, menghadapi Newcastle setelah jeda internasional bukanlah hal yang mudah.
"Pertandingan ketat dengan peluang untuk kedua tim. Gigio luar biasa. Kami melewatkan beberapa peluang dan kemudian kebobolan," jelas Guardiola.
Ia menekankan bahwa meski banyak peluang terjadi di babak kedua, hasil tidak berpihak pada City.
"Ada jalan yang sangat, sangat, sangat panjang ke depan," ujarnya menegaskan optimisme untuk sisa musim.
Babak pertama pertandingan mencatat tujuh peluang besar menurut Opta, dengan empat untuk Newcastle dan tiga untuk City.
Kedua tim memiliki total 2,59 expected goals (xG) sebelum turun minum, yang merupakan angka tertinggi sejak musim 2012-13 untuk non-penalti.
Erling Haaland melewatkan dua peluang besar City, termasuk tendangan yang melebar dan tembakan tepat ke arah kiper Nick Pope.
Matheus Nunes menilai hasil pertandingan ditentukan oleh detail kecil dan peluang yang tidak dimanfaatkan.
"Jika peluang kami masuk, hasilnya bisa berbeda. Hari ini bukan hari kami," kata Nunes menekankan faktor keberuntungan.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa tidak ada penjelasan ajaib di balik kekalahan ini, melainkan hasil dari peluang yang dimanfaatkan dan yang terlewat. (samt)
Editor : ALengkong