Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Roma Raih Kemenangan 3-1 Atas Cremonese Emil Audero Jadi Sorotan Meski Kebobolan

Toar Rotulung • 2025-11-24 08:49:59

Selebrasi pemain AS Roma dalam pertandingan Liga Italia lawan Cremonese di Stadion Giovanni Zini pada Minggu (24/11). (ASRoma.com)
Selebrasi pemain AS Roma dalam pertandingan Liga Italia lawan Cremonese di Stadion Giovanni Zini pada Minggu (24/11). (ASRoma.com)

JAGOSATU.COM - AS Roma sukses meraih kemenangan penting 3-1 saat bertandang ke markas Cremonese dalam lanjutan Liga Italia 2025/26 pekan ke-12 di Stadion Giovanni Zini, Minggu (23/11) malam WIB. Hasil ini bukan hanya memperpanjang tren positif Giallorossi, tetapi juga mengantar mereka naik ke posisi puncak klasemen dengan koleksi 27 poin, unggul dua angka dari Napoli yang juga meraih kemenangan pada pekan ini.

Meski kalah, Cremonese tetap mendapat sorotan positif dari performa kiper Timnas Indonesia, Emil Audero. Penjaga gawang berusia 27 tahun itu tampil gemilang sepanjang pertandingan dengan sejumlah penyelamatan penting yang menjaga harapan Cremonese tetap hidup. Namun, ketangguhannya tak mampu membendung tiga gol Roma yang datang dari kecerdikan dan kualitas lini serang mereka.

Laga berjalan menarik sejak menit-menit awal. Cremonese sempat mengejutkan Roma ketika Romano Floriani Mussolini melepaskan tembakan keras pada menit ke-14. Bola mengarah tepat ke gawang, tetapi kiper Roma Mile Svilar tampil sigap dan melakukan penyelamatan penting. Momentum tersebut sebenarnya membuat Cremonese percaya diri, namun justru Roma yang membuka keunggulan dua menit kemudian.

Matias Soule, gelandang muda Argentina yang tengah naik daun, mencetak gol indah lewat sepakan kaki kiri dari luar kotak penalti. Bola meluncur cepat ke pojok kanan bawah gawang tanpa memberi kesempatan bagi Audero untuk bereaksi. Gol tersebut langsung mengubah ritme pertandingan. Roma tampil lebih agresif, sementara Cremonese mencoba menjaga struktur permainan agar tidak kebobolan lagi.

Roma hampir menggandakan keunggulan pada menit ke-27 ketika Lorenzo Pellegrini melesakkan bola rebound hasil tendangan Tommaso Baldanzi. Namun, VAR membatalkan gol tersebut karena Pellegrini terjebak offside. Keputusan itu membuat suasana pertandingan semakin panas, tetapi justru menambah determinasi Roma untuk mencari gol kedua.

Cremonese kembali mendapatkan keberuntungan pada menit ke-38. Pellegrini kembali mendapat peluang emas, kali ini dari jarak dekat, namun Audero melakukan penyelamatan gemilang dengan refleks cepatnya. Penyelamatan tersebut menjadi salah satu momen terbaik dalam laga ini, menunjukkan kualitas Audero yang tampil penuh percaya diri di hadapan ribuan pendukung tuan rumah.

Drama terjadi menjelang akhir babak pertama ketika Cremonese mendapat hadiah penalti setelah dugaan handball pemain Roma. Stadion sempat bergemuruh, tetapi ketegangan menguap setelah wasit meninjau ulang lewat VAR dan memutuskan tidak ada pelanggaran. Roma pun menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan meningkat. Roma secara mengejutkan harus kehilangan sang pelatih Gian Piero Gasperini yang diusir wasit pada menit ke-63 setelah protes keras terhadap keputusan wasit. Situasi tersebut membuat Roma berada dalam tekanan mental, tetapi justru hanya satu menit berselang mereka berhasil menggandakan keunggulan.

Evan Ferguson, striker muda asal Irlandia yang baru masuk dari bangku cadangan, langsung memberi dampak instan. Lewat skema serangan cepat, Ferguson melepaskan tembakan keras yang tak mampu ditepis oleh Audero. Gol tersebut memicu euforia para pemain Roma dan mematikan momentum Cremonese yang mulai menekan sejak babak kedua dimulai.

Belum sempat Cremonese bangkit, Roma kembali mencetak gol pada menit ke-69. Wesley Franca memanfaatkan celah di lini pertahanan Cremonese dan mendorong bola masuk dari skema serangan terstruktur. Gol ini menunjukkan efektivitas Roma dalam memanfaatkan peluang kecil, sesuatu yang menjadi pembeda utama mereka dalam pertandingan ini.

Cremonese akhirnya memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3 pada menit ke-80. Francesco Folino mencetak gol melalui sundulan tajam memanfaatkan umpan lambung dari sisi kiri. Gol tersebut menjadi hadiah bagi kerja keras Cremonese sepanjang babak kedua, tetapi tidak cukup untuk mengubah hasil akhir.

AS Roma pun mengakhiri pertandingan dengan kemenangan meyakinkan dan membawa pulang tiga poin berharga yang mengantar mereka ke puncak Serie A 2025/26. Bagi Cremonese, kekalahan ini menjadi evaluasi besar terutama pada sektor pertahanan, meskipun mereka tetap dapat mengambil sisi positif dari performa apik Emil Audero yang kembali menunjukkan kualitasnya sebagai penjaga gawang elite.

Editor : Toar Rotulung
#Liga Italia #AS Roma #Cremonese