JAGOSATU.COM - Real Madrid kembali kehilangan poin penting usai ditahan imbang Elche 2-2 pada pekan ke-13 La Liga, Senin (24/11) dini hari. Dua kali tertinggal dan dua kali menyamakan kedudukan membuat Los Blancos hanya membawa pulang satu poin, hasil yang langsung memangkas jarak mereka di puncak klasemen menjadi hanya satu poin dari Barcelona. Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, mengakui bahwa timnya sedang memasuki fase penurunan performa dan membutuhkan respons cepat untuk kembali ke jalur kemenangan.
Dalam pertandingan ini, Real Madrid harus bekerja keras sejak awal. Elche tampil disiplin dan mampu memaksimalkan peluang yang mereka dapat. Gol pembuka Aleix Febas di menit ke-53 memberi tekanan besar bagi Madrid, yang kemudian sempat menyamakan skor lewat sundulan Dean Huijsen pada menit ke-78.
Namun hanya enam menit berselang, Elche kembali unggul melalui Alvaro Rodriguez dalam skema serangan balik cepat. Madrid terhindar dari kekalahan berkat penyelesaian klinis Jude Bellingham pada menit ke-87, yang menjadi penyelamat tim di banyak laga musim ini.
Meski hasil imbang ini menunjukkan karakter tim yang tidak mudah menyerah, Xabi Alonso menilai secara keseluruhan performa Real Madrid belum berada di level yang diharapkan. Ia menegaskan bahwa tim harus mengakui kenyataan tersebut dan mulai memperbaiki banyak aspek permainan. “Begitulah sepak bola. Setelah performa yang baik, kami kini mendapatkan hasil yang tidak sesuai harapan. Namun kami tahu apa yang kami inginkan dan kami harus terus melangkah maju,” kata Alonso.
Alonso tak menutupi rasa kecewa karena hasil ini merupakan yang kedua kalinya Real Madrid kehilangan poin dalam tiga pertandingan terakhir La Liga. Menurutnya, konsistensi menjadi masalah utama, terutama dalam hal fokus di momen-momen krusial.
“Kami tidak bahagia karena kami selalu ingin menang, dan ketika itu tidak terjadi, kami tidak bisa senang. Masih banyak pertandingan tersisa sebelum akhir tahun, dan kami harus mulai memikirkan pertandingan berikutnya dengan menganalisis apa yang hari ini tidak berjalan sesuai rencana,” ujarnya.
Salah satu hal yang disoroti Alonso adalah penurunan performa individu beberapa pemain dalam beberapa laga terakhir. Tanpa menyebutkan nama secara langsung, ia menilai beberapa pemain tampil di bawah standar yang dibutuhkan Real Madrid sebagai kandidat juara La Liga dan Liga Champions. Namun, Alonso tetap memberikan apresiasi terhadap semangat tim. “Tim tidak pernah menyerah. Kami masih bersaing. Hasilnya memang bisa lebih baik, tetapi arahnya jelas dan semangatnya tetap positif,” tambahnya.
Pelatih asal Spanyol itu juga menegaskan bahwa kritik yang datang setelah hasil imbang adalah hal yang wajar untuk klub sebesar Real Madrid. Tekanan, menurutnya, adalah bagian dari identitas klub dan harus diterima oleh semua pemain. “Ini Real Madrid. Setiap hasil yang tidak menguntungkan selalu mengundang kritik. Kami harus menerimanya dan menjadikannya motivasi untuk tampil lebih baik,” katanya.
Xabi Alonso juga membicarakan soal chemistry atau koneksi antar pemain yang menurutnya terus berkembang sepanjang musim. Ia menilai, meski performa menurun, hubungan antarpemain justru semakin solid. “Kami merayakan kemenangan bersama dan kami menderita bersama seperti hari ini. Koneksinya bagus, makin membaik hari demi hari. Kami hanya perlu membalikkan momen sulit ini,” ungkapnya.
Keputusan taktis Alonso dalam laga kontra Elche juga menjadi sorotan, terutama ketika ia menempatkan Fran Garcia sebagai sayap kiri menggantikan peran Vinicius Junior pada babak pertama.
Menurut Alonso, keputusan itu diambil untuk memberikan variasi dalam permainan dan menjaga lebar serangan. “Fran sering bermain di posisi itu dan kami ingin mencoba sesuatu yang berbeda di sector sayap. Kemudian Vinicius masuk di babak kedua untuk memberi kecepatan dan ruang gerak,” jelasnya.
Alonso juga menyesalkan gol kedua Elche yang datang hanya beberapa menit setelah Madrid menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Menurutnya, momen itu seharusnya menjadi titik balik untuk membalikkan keadaan, bukan sebaliknya. “Setelah 1-1, kami seharusnya lebih agresif dan tidak kebobolan. Gol itu merugikan kami, tetapi kami tetap berjuang hingga akhir,” pungkasnya.
Dengan jadwal padat menjelang akhir tahun, Real Madrid tidak memiliki waktu banyak untuk meratapi hasil ini. Xabi Alonso menegaskan bahwa fokus kini tertuju pada laga berikutnya di Athena, sebuah kesempatan bagi tim untuk membalikkan momentum dan kembali menunjukkan kekuatan mereka sebagai kandidat kuat juara La Liga musim ini.
Editor : Toar Rotulung