Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Manchester United Gagal Manfaatkan Keunggulan Jumlah Pemain, Everton Menang 1-0 Lewat Gol Dewsbury Hall

Toar Rotulung • 2025-11-25 13:20:59

Dewsbury-Hall melakukan selebrasi setelah mencetak gol untuk Everton saat bermain melawan Manchester United (Dok: Premierleague)
Dewsbury-Hall melakukan selebrasi setelah mencetak gol untuk Everton saat bermain melawan Manchester United (Dok: Premierleague)

JAGOSATU.COM – Manchester United kembali menelan hasil mengecewakan setelah kalah 0-1 dari Everton dalam laga lanjutan pekan ke-12 Liga Inggris 2025/26 di Old Trafford, Selasa dini hari WIB.

Bermain di kandang sendiri dan memiliki keunggulan jumlah pemain sejak menit ke-13, Setan Merah justru gagal mengamankan poin. Everton, yang tampil gigih meski kehilangan Idrissa Gueye karena kartu merah, berhasil meraih tiga poin berharga lewat gol tunggal Kiernan Dewsbury-Hall.

Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. Manchester United langsung mengambil alih penguasaan bola, sementara Everton mencoba menunggu kesempatan melalui serangan balik cepat. Namun, laga berubah secara drastis pada menit ke-13 ketika Idrissa Gueye mendapat kartu merah langsung.

Dalam sebuah insiden internal, Gueye terlihat menampar rekan setimnya sendiri dalam situasi panas yang tidak terkendali, membuat Everton harus bermain dengan 10 pemain sejak sangat awal.

Keunggulan pemain tidak lantas membuat Manchester United tampil lebih efektif. Justru Everton yang memanfaatkan momentum untuk bermain lebih terorganisir dan defensif. Garis pertahanan mereka turun lebih rapat, tetapi koordinasi tim lawan terlihat jauh lebih solid.

Hal itu terbukti ketika Dewsbury-Hall mencetak gol pada menit ke-29 melalui tembakan keras dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras ke sudut gawang tanpa bisa dijangkau Arthur Lammens. Gol tersebut membuat para pemain MU semakin tertekan.

Hanya dua menit berselang, MU sebenarnya memiliki peluang emas lewat Amad Diallo. Ia berhasil menemukan ruang tembak di kotak penalti, namun Jordan Pickford tampil gemilang dan melakukan penyelamatan krusial untuk menjaga keunggulan Everton. Sepanjang babak pertama, United menguasai bola hingga lebih dari 70 persen, tetapi minim kreativitas dalam menghasilkan peluang berkualitas.

Memasuki babak kedua, pelatih Ruben Amorim mencoba meningkatkan intensitas permainan. United menekan lebih agresif dan menciptakan dua peluang berbahaya di 10 menit awal. Namun peluang itu kembali gagal berbuah gol karena penyelesaian akhir yang tumpul dan ketenangan lini belakang Everton yang tetap konsisten.

Gol penyeimbang hampir tercipta pada menit ke-79 ketika Joshua Zirkzee mendapat posisi ideal untuk mencetak gol. Ia menerima umpan matang di dalam kotak penalti, melakukan kontrol satu sentuhan, namun tembakannya berhasil diblok oleh barisan pertahanan Everton yang tampil heroik sepanjang laga. Keberhasilan lini belakang Everton dalam mematahkan peluang-peluang penting MU membuat frustrasi para pemain tuan rumah.

Di sisi lain, Everton terus bermain cerdas dengan memanfaatkan waktu dan menutup ruang serapat mungkin. Pelatih Everton terlihat terus memberi instruksi agar tim tetap disiplin, dan itu terbukti efektif. Dengan hanya mengandalkan serangan balik sporadis, Everton justru tampil lebih efisien dibandingkan Manchester United yang kesulitan menciptakan peluang bersih meski unggul jumlah pemain.

Hingga peluit panjang dibunyikan, MU tetap gagal menyamakan kedudukan. Kekalahan ini membuat para pendukung di Old Trafford terdiam, menyaksikan tim kesayangan mereka kembali menunjukkan performa yang jauh dari ekspektasi. Kekalahan ini terasa lebih memalukan karena Setan Merah gagal mengoptimalkan keunggulan pemain selama lebih dari 75 menit pertandingan.

Dengan hasil ini, Manchester United tertahan di peringkat 10 dengan 18 poin. Situasi ini menambah tekanan terhadap pelatih Ruben Amorim, yang belum mampu membawa kestabilan pada penampilan MU musim ini. Everton, sebaliknya, menunjukkan mentalitas luar biasa. Bermain dengan 10 pemain hampir sepanjang laga, mereka sukses membawa pulang tiga poin dan naik ke peringkat 11 dengan poin yang sama seperti MU.

Beberapa faktor pun menjadi sorotan usai laga. Penyelesaian akhir MU yang buruk, kreativitas lini tengah yang tumpul, serta komunikasi antar pemain yang tidak konsisten menjadi catatan penting.

Ruben Amorim diperkirakan akan menghadapi kritik tajam dari para suporter dan analis sepak bola Inggris. Sejumlah pihak menilai bahwa MU membutuhkan perubahan di sektor taktik, terutama dalam hal bagaimana menghadapi lawan yang bermain bertahan.

Secara keseluruhan, Everton layak mendapatkan pujian atas disiplin dan determinasi mereka, sementara MU harus segera memperbaiki performa jika ingin kembali bersaing di papan atas Liga Inggris.

Editor : Toar Rotulung
#Manchester United #Manchester United VS Everton #Everton