Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

PSG Terpuruk di Monaco Luis Enrique Murka dan Menyebut Laga Itu yang Terburuk Musim Ini

Toar Rotulung • 2025-12-01 21:00:32

Luis Enrique. (Dok: PSG)
Luis Enrique. (Dok: PSG)

JAGOSATU.COM - Paris Saint-Germain kembali tersandung setelah menelan kekalahan mengejutkan 0-1 dari AS Monaco pada journee ke-14 Ligue 1. Bertanding di Stade Louis II, PSG datang dengan status unggulan menghadapi Monaco yang sebelumnya menelan tiga kekalahan beruntun dan kebobolan sepuluh gol. Namun kenyataan di lapangan berbalik total setelah gol Takumi Minamino pada menit ke-68 menjadi satu-satunya pembeda dalam laga penuh tekanan ini.

Pelatih PSG Luis Enrique tidak dapat menutupi kekecewaannya. Dalam wawancara bersama media Prancis, Enrique menegaskan bahwa timnya tampil jauh di bawah standar meski Monaco juga tidak menunjukkan performa terbaik. “Kedua tim tidak berada di level tertinggi. Tetapi mereka tampil lebih baik daripada kami,” ujarnya kepada L’Equipe.

Enrique menambahkan bahwa konsistensi menjadi masalah utama PSG musim ini, terutama karena banyaknya kesalahan individu yang mengganggu ritme permainan. Ia bahkan menyebut laga tersebut sebagai pertandingan terburuk PSG sejak awal musim, sebuah pernyataan yang menunjukkan betapa buruknya performa tim juara bertahan tersebut.

Pertandingan juga diwarnai kontroversi ketika kiper PSG Lucas Chevalier mendapat tekel keras dari gelandang Monaco Lamine Camara pada menit ke-12. Wasit Clement Turpin hanya memberikan kartu kuning, sementara VAR tidak melakukan peninjauan ulang.

Chevalier yang sempat terkapar cukup lama merasa beruntung tidak mengalami cedera serius. “Karier saya bisa berubah karena tekel itu. Saya sangat beruntung,” katanya kepada beIN Sports. Mantan wasit internasional Prancis, Said Ennjimi, bahkan menyebut keputusan itu tidak masuk akal dan menilai Camara seharusnya langsung diganjar kartu merah.

Di sisi lain, Paul Pogba menarik perhatian meski hanya bermain selama lima menit terakhir. Baru kembali ke lapangan setelah absen hampir dua tahun akibat hukuman doping, Pogba menunjukkan komitmennya kepada suporter. Ia mendatangi tribun dan memberikan pesan penuh motivasi.

“Hari ini kita menang. Kita lanjut bersama. Kita tidak menyerah,” ucapnya lantang kepada para pendukung Monaco. Momen ini menjadi sinyal kuat bahwa Pogba ingin memulai kembali perjalanan kariernya di Ligue 1.

Kekalahan ini semakin memperlihatkan ketidakkonsistenan PSG. Jika dibandingkan dengan musim-musim sebelumnya sejak klub diambil alih QSI (Qatar Sports Investments), catatan awal musim kali ini tergolong salah satu yang terburuk.

Dengan 9 kemenangan, 3 hasil seri, dan 2 kekalahan, PSG menunjukkan performa yang tidak sekokoh musim-musim ketika mereka mendominasi liga. Kekalahan kedua dalam 14 laga bahkan menyamai catatan buruk musim 2020–2021 ketika PSG harus puas finis sebagai runner-up.

Dengan segala dinamika yang terjadi di Monaco, PSG kini berada dalam tekanan untuk segera bangkit. Konsistensi, mentalitas, dan minimnya kesalahan individu menjadi tiga aspek krusial yang harus diperbaiki jika mereka ingin menjaga ambisi mempertahankan trofi Ligue 1.

Editor : Toar Rotulung
#Luis Enrique #PSG #monaco #Paris Saint Germain