Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Real Madrid Gagal Menang Lagi di Markas Girona Manajemen Tetap Percaya Xabi Alonso Meski Performa Tim Menurun

Toar Rotulung • 2025-12-01 21:05:08

Pelatih Real Madrid Xabi Alonso. (Dok: Real madrid)
Pelatih Real Madrid Xabi Alonso. (Dok: Real madrid)

JAGOSATU.COM - Real Madrid kembali memantik tanda tanya besar setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Girona di Estadi Montilivi. Hasil tersebut bukan hanya membuat para fans menghela napas panjang, tetapi juga memperpanjang tren negatif Los Blancos dalam tiga laga liga terakhir.

Bahkan, satu poin yang mereka dapatkan kali ini hanya berkat eksekusi penalti—sebuah penyelamatan yang sekaligus menegaskan bahwa performa Real Madrid sedang berada jauh dari level ideal.

Padahal, Los Blancos datang ke Montilivi dengan ekspektasi tinggi setelah kemenangan atas Olympiacos di Liga Champions. Hasil tersebut sempat menjadi angin segar, tetapi pertandingan melawan Girona justru kembali memperlihatkan ketidakkonsistenan tim asuhan Xabi Alonso. Girona yang sedang berjuang keluar dari zona degradasi seharusnya menjadi lawan yang dapat ditaklukkan. Namun yang terjadi di lapangan justru sebaliknya: Real Madrid kehilangan kreativitas, kehilangan kontrol, dan hampir kehilangan poin sepenuhnya.

Meskipun demikian, laporan dari El Chiringuito menyebutkan bahwa internal klub tetap kondusif. Tidak ada kegelisahan dari pihak manajemen, tidak ada desakan untuk mengganti pelatih, dan tidak ada tekanan ekstrem yang biasanya muncul ketika Real Madrid mengalami periode buruk.

Florentino Pérez, presiden klub yang terkenal tegas, justru mempertahankan sikap tenang. Pérez tetap mendukung penuh Alonso dan memberikan ruang untuk memperbaiki situasi.

Keputusan tersebut menarik perhatian banyak pihak. Statistik terbaru menunjukkan bahwa dari lima laga terakhir di semua kompetisi, Real Madrid hanya menang sekali. Sisanya berakhir dengan tiga hasil imbang dan satu kekalahan.

Penurunan ini membuat Barcelona kembali mengambil alih puncak klasemen La Liga setelah sebelumnya tertinggal cukup jauh. Dalam kondisi normal, tren seperti ini biasanya sudah cukup untuk membuat kursi pelatih Real Madrid memanas. Namun kali ini berbeda: Xabi Alonso masih diberi waktu.

Di balik performa yang menurun, muncul pula kabar tentang ketegangan di ruang ganti. Beberapa laporan menyebutkan bahwa hubungan antara Alonso dan beberapa pemain senior tidak sepenuhnya harmonis. Situasi ini tentu memperberat langkah pelatih 42 tahun tersebut dalam upaya menjaga stabilitas tim. Ketika performa goyah dan ruang ganti ikut panas, kombinasi tersebut memang rawan menimbulkan krisis.

Namun sejauh ini, dukungan dari Pérez menjadi “tameng” bagi Alonso. Manajemen memilih percaya bahwa musim masih panjang dan bahwa Alonso masih sosok tepat untuk melewati periode sulit. Sikap tenang tersebut menjadi sinyal bahwa klub tidak ingin membuat keputusan tergesa-gesa. Bagi Alonso, dukungan penuh ini dapat menjadi modal penting untuk mengembalikan ritme permainan Los Blancos.

Dengan Liga Champions dan La Liga masih menyisakan banyak pertandingan, Real Madrid sebenarnya masih memiliki peluang besar memperbaiki situasi. Kini yang dibutuhkan adalah konsistensi, solidaritas ruang ganti, dan pendekatan taktis yang mampu mengembalikan identitas permainan mereka. Pertanyaannya apakah Alonso bisa mengubah arah kapal besar bernama Real Madrid sebelum krisis ini berubah menjadi badai?

Editor : Toar Rotulung
#Real Madrid #florentino perez #xabi alonso #Girona