Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Kenapa McLaren Tega Kasih Kemenangan F1 Qatar ke Max Verstappen?

Toar Rotulung • 2025-12-02 23:25:10

 

Max Verstappen merayakan kemenangannya di Qatar setelah McLaren melakukan blunder strategi yang krusial.
Max Verstappen merayakan kemenangannya di Qatar setelah McLaren melakukan blunder strategi yang krusial.
Jagosatu.com - Balapan Formula 1 Grand Prix Qatar 2025 yang baru selesai digelar di Sirkuit Lusail hari Minggu lalu benar-benar membuat jantung penonton deg-degan dari awal sampai akhir.

Max Verstappen, si pembalap jagoan dari tim Red Bull Racing, sukses jadi pemenang balapan utama ini.

Kemenangan ini terasa super penting karena Qatar adalah seri kedua terakhir sebelum musim 2025 selesai di Abu Dhabi.

Tapi, yang paling seru bukan cuma soal siapa yang menang, melainkan drama siapa yang akan jadi Juara Dunia tahun ini.

Sebelum balapan, Lando Norris dari tim McLaren sebenarnya memimpin klasemen dengan poin yang lumayan aman.

McLaren adalah tim yang mobilnya di tahun 2025 ini sangat kuat, bahkan menurut (The Guardian) - Lando Norris dan Oscar Piastri memimpin klasemen konstruktor dengan selisih poin jauh dari tim lain.

Oscar Piastri, rekan setim Norris, juga punya peluang untuk merebut gelar Juara Dunia Pembalap (WDC atau World Drivers' Championship) karena poinnya sangat mepet dengan dua pesaing teratas.

Saat kualifikasi, McLaren sudah memberikan sinyal bahaya kepada Max Verstappen karena Piastri berhasil merebut Pole Position—istilah untuk posisi start paling depan.

Norris juga start dari posisi yang bagus, namun Verstappen, yang dijuluki Super Max, menunjukkan mental juara di balapan utama.

Sirkuit Lusail di Qatar terkenal sangat sulit, apalagi suhu aspalnya bisa mencapai 50 derajat Celcius yang membuat ban cepat aus atau rusak.

Menurut (detikSport) - aturan wajib pit stop (berhenti untuk ganti ban) di Qatar membuat strategi tim jadi kunci utama.

Setiap pembalap harus berhenti minimal tiga kali untuk mengganti ban demi alasan keamanan, sebuah kejadian yang jarang terjadi di F1.

Drama besar terjadi di awal balapan saat Lewis Hamilton, yang kini membela Ferrari, terlibat insiden dan harus terpuruk jauh di belakang, dilansir dari (Motorsport.com) - Lewis Hamilton sempat berharap bisa meraih poin signifikan di Qatar.

Mobil keselamatan (Safety Car) akhirnya masuk lintasan untuk mengatur ulang posisi setelah insiden di lap-lap awal.

Saat Safety Car masuk, tim-tim langsung panik memikirkan strategi yang paling untung.

Red Bull Racing dengan cepat memanggil Verstappen untuk masuk ke pit lane dan mengganti ban, ini disebut pitting—mengambil kesempatan saat mobil berjalan pelan di belakang Safety Car.

Keputusan tim McLaren, yang membiarkan Norris dan Piastri tetap di lintasan (stay out), ternyata jadi blunder atau kesalahan besar.

Menurut (The Race) - Andrea Stella, Kepala Tim McLaren, mengakui bahwa keputusan tersebut merugikan Piastri dan Norris karena mereka kehilangan waktu saat harus pitting belakangan.

Verstappen pun memanfaatkan momen tersebut dan melesat jauh di depan saat balapan dilanjutkan.

Piastri, meskipun sudah berusaha maksimal dan finis di posisi kedua, kehilangan kesempatan emasnya untuk menang.

Yang paling mengejutkan adalah Carlos Sainz dari tim Williams, yang tiba-tiba muncul di posisi ketiga dan berhasil naik podium.

Padahal, Williams adalah tim yang biasanya berjuang di papan tengah, tetapi strategi jitu membuat mereka bisa mengalahkan tim besar.

Lando Norris harus puas finis di posisi keempat, ini membuatnya kecewa karena dia punya peluang mengunci gelar di Qatar.

Menurut (detikSport) - Lando Norris kini memimpin klasemen dengan 408 poin, diikuti Max Verstappen 396 poin, dan Oscar Piastri 392 poin.

Perbedaan 12 poin antara Norris dan Verstappen artinya gelar juara dunia tidak bisa dipastikan di Qatar dan harus ditentukan di seri terakhir, yaitu GP Abu Dhabi.

Tiga pembalap, yaitu Norris, Verstappen, dan Piastri, kini punya peluang matematis yang sama untuk menjadi juara.

Baca Juga: Yamal Tolak Label The Next Messi Bintang Muda Barcelona Pilih Jalan dan Identitasnya Sendiri

Battle antara Lando Norris dan Max Verstappen di Abu Dhabi nanti pasti akan jadi tontonan paling seru di akhir musim 2025 ini.

Siapa pun yang menang, balapan F1 GP Qatar 2025 akan selalu dikenang sebagai balapan penuh drama strategi dan kecepatan.

Balapan ini sekali lagi membuktikan bahwa Formula 1 bukan cuma soal mobil cepat, tapi juga soal otak jenius di balik strategi tim.

Kita tunggu saja, siapa yang akan mengangkat trofi Juara Dunia Pembalap F1 2025 di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi.

(DB)

Editor : Toar Rotulung
#Lando Norris #Max Verstappen #Formula 1 #Formula 1 GP Qatar 2025 #Oscar Piastri