AUSTIN – Fabio Quartararo mengeluarkan penilaian paling mengkhawatirkan soal performa Yamaha musim ini. Ia menyebut timnya belum menemukan solusi atas berbagai masalah yang dihadapi. Yamaha memang mengalami banyak kendala dalam tiga seri awal MotoGP 2026. Motor V4 baru yang diandalkan belum mampu tampil optimal di lintasan.
Pada balapan di Circuit of the Americas (COTA), Quartararo hanya start dari posisi ke-16 dan terpaut hampir enam persepuluh detik dari waktu terbaik di Q1. Rekan setimnya, Toprak Razgatlioglu, finis di posisi ke-15. Meski meraih poin pertamanya di MotoGP, Toprak masih tertinggal 25,549 detik dari pemenang balapan, Marco Bezzecchi. Sementara itu, Quartararo harus puas finis di posisi ke-17.
Juara dunia 2021 tersebut kini menjadi pembalap Yamaha terbaik di klasemen dengan menempati posisi ke-17 dan mengoleksi enam poin. Secara konstruktor, Yamaha baru mengumpulkan sembilan poin. Kepada Canal+, Quartararo mengaku frustrasi dengan kondisi timnya. “Jujur, saya rasa tidak ada yang bisa dipetik dari balapan seperti ini. Kami mengalami hari Minggu yang sangat buruk; motornya banyak berubah,” keluhnya. Ia juga mengungkapkan telah mencoba berbagai eksperimen saat balapan, namun hasilnya tetap tidak memuaskan.
“Tim tidak tahu bagaimana memperbaiki semua masalah yang kami miliki dengan motor ini. Secara mental, kami perlu tetap tenang.”
Fabio Quartararo Pembalap Yamaha
“Saya mencoba beberapa hal berbeda, bereksperimen selama balapan karena kami sangat tertinggal. Tapi jelas itu tidak berhasil. Saya sudah memperkirakan ini akan menjadi musim yang sangat panjang,” ujarnya.
Baca Juga: Venue MotoGP Australia: Adelaide Gantikan Phillip Island Tahun Depan
Keluhan Quartararo ini kembali memunculkan spekulasi mengenai masa depannya. Pembalap asal Prancis tersebut dikabarkan berpeluang bergabung dengan Honda pada musim 2027. Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi, dan Quartararo memilih enggan menanggapi isu tersebut.
Ia berharap jeda satu bulan ke depan bisa dimanfaatkan tim untuk memperbaiki keadaan. “Kita punya waktu istirahat satu bulan, jadi itu bagus untuk benar-benar melepaskan diri dari tekanan,” tutupnya. (ka/bas)
Editor : Pratama Karamoy