Arkeologi Bali Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Jawa Kalimantan Kesehatan Lifestyle & Hiburan Maluku Nasional Nusa Tenggara Timur Olahraga Papua Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

AUDISI UMUM PB DJARUM 2026: Tim Pencari Bakat Libatkan Mantan Juara Dunia

Pratama Karamoy • Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17 WIB
WUJUDKAN IMPIAN: Para peserta Audisi Umum PB Djarum 2025 menjalani salah satu rangkaian seleksi atlet di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah.(Foto: DJARUM FOUNDATION)
WUJUDKAN IMPIAN: Para peserta Audisi Umum PB Djarum 2026 menjalani salah satu rangkaian seleksi atlet di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah.(Foto: DJARUM FOUNDATION)

 

JAKARTA – Motivasi peserta Audisi Umum PB Djarum 2026 bakal semakin berlipat. Impian untuk menjadi pahlawan bulu tangkis nasional pun semakin membuncah. Pasalnya, sejumlah legenda bulu tangkis nasional masuk dalam jajaran tim pencari bakat. Salah satunya adalah Hendrawan. Pria yang pernah menjadi juara dunia pada 2001 itu, bertindak sebagai koordinator atlet putri. Lalu, Leonard Holvy de Pauw didapuk sebagai koordinator atlet putra.

Selain itu, sederet legenda bulutangkis Indonesia turut serta memantau bakat para peserta Audisi Umum PB Djarum 2026 sejak hari pertama.

Keterlibatan Hendrawan pada Audisi Umum PB Djarum tahun ini menjadi yang pertama sejak ia resmi bergabung dengan PB Djarum pada tahun lalu sebagai Technical Advisor Men's & Women's Singles. Hendrawan pun menyambut antusias peran barunya dalam proses audisi, yang menurutnya menjadi langkah proaktif dalam menjaring talenta sejak usia dini.

"Audisi ini adalah salah satu cara untuk menjemput bakat dan membuka peluang yang lebih luas bagi bibit-bibit baru. Apalagi tahun ini digelar di tiga kota," kata Hendrawan, "Ini menjadi kesempatan besar bagi pemain di daerah yang mungkin sebelumnya kesulitan menjangkau Kudus. Harapannya, kita bisa mendapatkan lebih banyak talenta baru dibanding sebelumnya," ujar anggota skuad juara Piala Thomas 2002 itu.

Baca Juga: Pengamat: Kompor Listrik Belum Jawab Kelangkaan LPG, Dinilai Lebih Tepat sebagai Solusi Jangka Panjang

Terkait kriteria atlet putri, Hendrawan menjelaskan bahwa pendekatan penilaian juga akan menyesuaikan dengan dinamika permainan ke depan. Namun yang menjadi catatan adalah sistem skor baru yang diterapkan BWF. Yakni 15 poin x 3 game (best of three) yang akan berlaku mulai Januari 2027.

"Ke depan dengan format permainan yang cenderung lebih cepat, faktor teknik menjadi semakin penting. Penguasaan teknik, footwork, dan kontrol lapangan adalah aspek utama. Namun tentu tidak mengesampingkan faktor lain seperti mental dan karakter. Fighting spirit juga menjadi salah satu hal yang kami perhatikan, terutama saat mereka memasuki fase-fase akhir seleksi," jelasnya. (raf/bas)

Editor : Pratama Karamoy
#Badminton #pb djarum #Olahraga