Arkeologi Bali Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Jawa Kalimantan Kesehatan Lifestyle & Hiburan Maluku Nasional Nusa Tenggara Timur Olahraga Papua Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Norwegia, Mesir, dan Tanjung Verde Disambut bak Pahlawan

Pratama Karamoy • Rabu, 15 Juli 2026 | 18:02 WIB
SERASA JUARA: Skuad Norwegia melakukan selebrasi dayung perahu saat tiba di Slottsplassen, Oslo, kemarin (14/7).
SERASA JUARA: Skuad Norwegia melakukan selebrasi dayung perahu saat tiba di Slottsplassen, Oslo, kemarin (14/7).

 

Hanya ada satu juara yang akan mengangkat trofi Piala Dunia 2026 akhir pekan ini. Namun, capaian beberapa negara seperti Norwegia, Mesir, atau Tanjung Verde sudah terasa seperti gelar juara. Mereka tetap disambut bak pahlawan ketika kembali ke negaranya masing-masing.

NORWEGIA menjadi salah satu contoh paling jelas. Setelah absen 28 tahun sejak Piala Dunia 1998, Martin Odegaard dkk mencetak sejarah dengan menembus perempat final untuk kali pertama. Kekalahan 1-2 dari Inggris tak mengurangi kebanggaan masyarakat. Sekitar 100 ribu orang menyambut kepulangan Landslaget –julukan Norwegia– di Oslo, Senin (13/7) waktu setempat.

Antusiasme bahkan terlihat sebelum pesawat yang membawa skuad Norwegia mendarat. Seperti dilaporkan Verdens Gang (VG), lebih dari 100 ribu orang memantau penerbangan mereka melalui Flightradar24. Nama penerbangan pun sempat diubah menjadi “Ro Ro Ro Airlines”, mengacu pada chant Viking Row yang menjadi simbol perjalanan Norwegia di Piala Dunia.

Meski penerbangan sempat tertunda sekitar empat jam, ribuan suporter tetap bertahan di kawasan Slottsplassen, Karl Johans gate, hingga Balai Kota Oslo. Sebelum bertemu publik, skuad Norwegia lebih dulu mendapat undangan dari Raja Harald V di Istana Kerajaan.

Momen puncak terjadi ketika para pemain muncul menyapa puluhan ribu suporter dan melakukan Viking Row bersama. Putra Mahkota Haakon ikut memimpin tabuhan drum yang mengiringi yel-yel “Ro! Ro! Ro!”. “Saya rasa tidak ada yang membayangkan sambutan seperti ini. Dukungan yang kami rasakan benar-benar di luar dugaan,” ujar Odegaard dikutip dari NRK.

Baca Juga: Jersey La Albiceleste: Pilih Biru Tua untuk Mengulang Edisi 1986

Order of Merit

Sambutan meriah juga diterima Mesir yang mencatat perjalanan terbaik sepanjang sejarah mereka di Piala Dunia. The Pharaohs –julukan Mesir– meraih kemenangan pertama di Piala Dunia sekaligus lolos ke fase gugur untuk kali pertama sejak tampil pada edisi 1934.

Meski Mesir kalah dramatis 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar, ribuan suporter tetap memadati Bandara Internasional El Alamein, Jumat (10/7) untuk menyambut Mohamed Salah dkk. Mereka merayakannya dengan mengibarkan bendera Mesir dan Palestina. Sehari kemudian, Presiden Abdel Fattah el-Sisi menerima seluruh pemain, pelatih, dan staf di Istana Kepresidenan. Pemerintah Mesir juga menganugerahkan Order of Merit.

Kado Kemerdekaan

Tanjung Verde pun mengalami euforia serupa. Negara kepulauan berpenduduk sekitar 500 ribu jiwa itu menorehkan sejarah sebagai negara dengan populasi paling sedikit yang pernah lolos ke fase gugur Piala Dunia. (ka/bas)

Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos
Sepakbola Olahraga Piala Dunia 2026