Jagosatu.com - Timnas Putri Inggris berhasil menembus final UEFA Euro 2025 usai meraih kemenangan dramatis atas Italia dengan skor 3-2.
Pertandingan semifinal yang digelar di National Stadium, London, menjadi salah satu laga paling mendebarkan sepanjang turnamen.
Italia sempat unggul lebih dulu lewat sundulan Barbara Bonansea yang memanfaatkan umpan silang tajam dari sisi kanan.
Gol tersebut terjadi di menit ke-18 dan langsung membuat para pendukung Inggris terdiam beberapa saat.
Lionesses, julukan Timnas Wanita Inggris, tak menyerah begitu saja meski tertinggal lebih awal.
Pelatih Sarina Wiegman langsung melakukan penyesuaian strategi dengan mendorong tempo permainan sejak awal babak kedua.
Hasilnya terlihat di menit ke-55 saat Georgia Stanway mencetak gol spektakuler lewat sepakan jarak jauh.
Tembakan Stanway meluncur deras ke pojok gawang dan tak mampu dijangkau kiper Italia, menunjukkan kualitas individu luar biasa.
Namun, hanya berselang 17 menit, Italia kembali unggul setelah tendangan bebas Cristiana Girelli membentur pagar hidup dan mengecoh kiper.
Respons Inggris sangat cepat — tiga menit kemudian Lauren James memanfaatkan bola muntah di kotak penalti dan menyamakan kedudukan 2-2.
Tensi pertandingan meningkat, dan permainan menjadi lebih keras dengan banyak duel fisik terjadi di lini tengah.
Saat laga tampaknya akan dilanjutkan ke perpanjangan waktu, sebuah insiden di kotak penalti Italia menjadi titik balik besar.
Bola terlihat mengenai tangan bek Italia dalam situasi kemelut dan setelah tinjauan VAR panjang, wasit menunjuk titik putih.
Chloe Kelly maju sebagai algojo dan mencetak gol kemenangan di menit 90+5 dengan tendangan penalti yang sangat tenang.
Selebrasi emosional terjadi di lapangan dan bangku cadangan Inggris, dengan pelatih Wiegman terlihat meneteskan air mata haru.
Menurut BBC Sport, pertandingan ini mencatat penonton siaran langsung tertinggi sepanjang sejarah Euro Wanita.
Dilansir dari The Guardian, Kelly kini menjadi pahlawan baru sepak bola wanita Inggris setelah mencetak gol krusial ini.
Kemenangan ini membawa Inggris ke final dan membuka peluang mereka meraih gelar juara Eropa kedua kalinya.
Sarina Wiegman menyebut timnya “tidak pernah kehilangan harapan dan selalu percaya bisa menang sampai peluit akhir.”
Ini menjadi bukti bahwa sepak bola wanita telah tumbuh jauh, dengan kualitas permainan dan drama setara dengan sepak bola pria.
Masyarakat di Inggris dan seluruh dunia kini semakin memperhatikan kompetisi sepak bola wanita berkat pertandingan seperti ini.
Inggris kini menanti lawan di final antara Prancis atau Jerman yang akan dimainkan pada malam berikutnya. - anl
Editor : ALengkong