Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

FIFA Kalah Telak! Mantan Bintang Real Madrid Ini Menang Gugatan Rp1,2 Triliun!

ALengkong • 2025-08-20 21:44:48
Potret Infantino dan Diarra
Potret Infantino dan Diarra

Jagosatu.com - Lassana Diarra berhasil memenangkan gugatan besar terhadap FIFA yang bisa mengubah lanskap hukum sepakbola Eropa.

Kasus ini bermula dari konflik antara Diarra dan klub Rusia Lokomotiv Moscow pada tahun 2014.

Setelah berselisih dengan pelatih dan menolak pemotongan gaji, Diarra memilih untuk tidak berlatih dan akhirnya kontraknya diputus sepihak.

Namun, Mahkamah Arbitrase Olahraga (CAS) justru memvonis Diarra bersalah karena dianggap melanggar kontrak, dan mewajibkan dia membayar €10 juta kepada klub.

FIFA punya aturan dalam Regulasi Status dan Transfer Pemain (RSTP) yang memperumit kondisi pemain yang memutus kontrak tanpa alasan sah.

Aturan ini membuat klub baru ragu merekrut pemain seperti Diarra karena takut terkena sanksi finansial yang besar.

Efeknya, Diarra gagal pindah ke klub Belgia, Sporting Charleroi, dan kariernya mandek selama lebih dari setahun.

Didukung serikat pemain FIFPRO, Diarra membawa masalah ini ke Pengadilan Uni Eropa (CJEU).

Argumen utama Diarra adalah bahwa aturan FIFA telah melanggar kebebasan pekerja untuk berpindah kerja yang dijamin hukum Uni Eropa.

Pada Oktober 2024, CJEU menyatakan bahwa aturan tersebut memang menciptakan risiko finansial tinggi yang tak dapat diprediksi bagi pemain.

Putusan ini menjadi preseden penting dalam sejarah hukum olahraga dan membuka celah besar terhadap dominasi FIFA.

Kasus Diarra pun disandingkan dengan dampak revolusioner Bosman ruling tahun 1995 yang dulu mengubah sistem transfer pemain bebas kontrak.

Langkah selanjutnya, Diarra kini menuntut kompensasi sebesar €65 juta atau sekitar Rp1,2 triliun dari FIFA dan asosiasi sepakbola Belgia.

Ia menilai bahwa masa depannya sebagai pesepakbola hancur karena sistem yang mengekang hak dasarnya sebagai pekerja.

FIFA sendiri menolak upaya penyelesaian di luar pengadilan, sehingga kasus ini kembali dilanjutkan di pengadilan nasional Belgia.

Selain gugatan individu, kini muncul class action bertajuk "Justice for Players" yang mewakili lebih dari 100.000 pesepakbola.

Gugatan kelompok ini menargetkan kompensasi miliaran euro dari FIFA akibat kerugian yang ditimbulkan sejak aturan tersebut diterapkan pada 2002.

Para penggugat terdiri dari pemain profesional dan semi-profesional yang tak punya kekuatan untuk melawan sistem yang ada.

Diarra menegaskan bahwa perjuangannya bukan sekadar untuk dirinya, tetapi demi keadilan bagi ribuan pemain lainnya.

Kuasa hukumnya memperkirakan putusan akhir dari pengadilan Belgia bisa keluar dalam waktu 12 hingga 15 bulan ke depan.

Apapun hasilnya nanti, nama Diarra kini telah tercatat sebagai simbol perjuangan baru dalam perlindungan hak-hak pesepakbola. (samt)

Editor : ALengkong
#lassana diarra #Real Madrid #Rusia #FIFPRO #FIFA #lokomotiv moskow #Eropa