JAGOSATU.COM – Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, menegaskan dirinya tak akan terbawa perasaan saat timnya bertandang ke Anfield menghadapi mantan klubnya, Liverpool, pada laga Liga Champions, Rabu (5/11) pukul 03.00 WIB.
Meski Anfield menyimpan banyak kenangan indah baginya, Alonso menegaskan fokus utamanya adalah membawa Real Madrid meraih kemenangan di laga penting tersebut.
Sebagai mantan pemain The Reds, Alonso adalah bagian dari sejarah besar Liverpool. Ia menjadi pilar utama dalam kesuksesan klub menjuarai Liga Champions 2005 di Istanbul — salah satu final paling ikonik dalam sejarah sepak bola. Kini, 20 tahun berselang, ia kembali ke Anfield bukan sebagai pemain, melainkan sebagai pelatih yang ingin menegaskan kualitasnya bersama Real Madrid.
“Saya berusaha untuk tidak membiarkan emosi mengaburkan penilaian saya. Saya ingin fokus pada permainan. Apa pun yang terjadi, terjadilah,” ujar Alonso dalam konferensi pers jelang laga. “Saya melakukannya di setiap stadion. Saya hanya ingin fokus pada apa yang ingin saya lakukan bersama tim ini.”
Namun, pelatih asal Spanyol itu tak menampik bahwa masa-masanya di Liverpool membentuk fondasi penting dalam kariernya. “Saya menghabiskan lima tahun bersama Rafael Benitez, dan belajar banyak tentang sepak bola elit. Tahun-tahun itu sangat berharga dan membantu saya sampai di titik ini. Saya masih mengingat banyak hal dari masa itu, dan semua itu masih berguna bagi saya hingga hari ini,” ujarnya mengenang.
Pertemuan antara Liverpool dan Real Madrid kali ini menjadi yang kedelapan di Liga Champions sejak musim 2017/2018. Dari tujuh duel sebelumnya, Los Blancos mendominasi dengan lima kemenangan, satu hasil imbang, dan hanya satu kekalahan. Madrid pun datang dengan motivasi tinggi untuk mempertahankan tren positif atas tim asal Inggris tersebut.
Selain Alonso, laga ini juga akan menjadi momen emosional bagi Trent Alexander-Arnold yang berpotensi tampil melawan mantan klubnya untuk pertama kali sejak hengkang empat bulan lalu. Jika dimainkan, ia akan menjadi pemain Inggris kedua yang menghadapi Liverpool di kompetisi Eropa setelah sebelumnya bermain untuk mereka, mengikuti jejak Larry Lloyd dari Nottingham Forest pada 1978.
“Dia baik-baik saja. Dia tidak bermain melawan Valencia karena baru pulih dari cedera, tetapi sekarang sudah siap. Kami membutuhkannya karena dia punya kualitas luar biasa dan sedang berada dalam fase baru kariernya,” jelas Alonso soal kondisi Arnold.
Dengan pengalaman, taktik matang, dan sejarah panjang yang menyelimuti pertandingan ini, duel antara Liverpool dan Real Madrid di Anfield dipastikan menjadi salah satu laga paling dinantikan di fase grup Liga Champions musim ini.
Editor : Toar Rotulung