Jagosatu.com - Dunia basket berduka setelah legenda besar NBA, Lenny Wilkens, meninggal dunia di usia 88 tahun.
Lenny Wilkens dikenal sebagai sosok yang tidak hanya jenius di lapangan, tetapi juga seorang mentor yang membimbing generasi pemain muda di sepanjang hidupnya.
Menurut Associated Press, Wilkens meninggal dengan tenang dikelilingi keluarga pada Minggu waktu Amerika Serikat.
Kabar kepergiannya membuat banyak penggemar dan mantan pemain basket di seluruh dunia merasa kehilangan sosok panutan sejati.
Wilkens adalah salah satu dari sedikit orang yang berhasil masuk Naismith Memorial Basketball Hall of Fame dua kali, sebagai pemain dan juga pelatih.
Sebagai pemain, ia pernah tampil dalam 9 kali NBA All-Star dan menjadi salah satu playmaker paling cerdas di era 1960-an dan 1970-an.
Sebagai pelatih, Wilkens memimpin timnya dalam 2.487 pertandingan, jumlah terbanyak dalam sejarah NBA menurut data dari NBA.com.
Ia mencatat 1.332 kemenangan selama karier kepelatihannya dan menjadi pelatih dengan rekor kemenangan terbanyak saat pensiun.
Baca Juga: Anthony Edwards Kembali! Tapi Kenapa Timberwolves Malah Dihancurkan Knicks 137-114?
Salah satu pencapaian paling bersejarahnya adalah saat membawa Seattle SuperSonics meraih gelar juara NBA pada tahun 1979.
Gelar itu membuatnya dijuluki “Godfather of Seattle Basketball”, karena perannya yang begitu besar membangun budaya basket di kota tersebut.
Di luar lapangan, Wilkens dikenal dengan gaya kepemimpinan yang lembut dan penuh empati.
Menurut People, ia pernah berkata bahwa menjadi pemimpin bukan berarti harus berteriak, melainkan memahami dan membimbing dengan tenang.
Banyak pemain muda yang merasakan dampak langsung dari bimbingannya, termasuk beberapa bintang besar yang kini menjadi ikon NBA modern.
Selain berprestasi di dunia olahraga, Wilkens juga aktif dalam kegiatan sosial, terutama membantu anak-anak muda di Seattle agar menjauh dari hal-hal negatif.
Ia mendirikan Lenny Wilkens Foundation, organisasi yang berfokus pada pendidikan dan layanan kesehatan bagi anak-anak kurang mampu.
Pada Juni 2025, patung Lenny Wilkens diresmikan di luar Climate Pledge Arena, Seattle, sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya bagi kota itu.
Patung itu kini menjadi tempat bagi para penggemar untuk memberi penghormatan dan mengenang warisan besar yang ia tinggalkan.
Komisioner NBA, Adam Silver, menyebut Wilkens sebagai sosok yang “mewakili yang terbaik dari NBA — pemain, pelatih, dan duta besar sejati permainan ini.”
Dunia basket mungkin kehilangan satu legenda besar, tapi warisan Lenny Wilkens akan terus hidup melalui ribuan pemain dan penggemar yang ia inspirasi.
Nama Lenny Wilkens akan selalu diingat bukan hanya sebagai pelatih atau pemain hebat, tetapi sebagai manusia yang membuat dunia basket menjadi lebih baik. (KT)
Editor : ALengkong