JAGOSATU.COM – Legenda Manchester United, Wayne Rooney, menilai Granit Xhaka sebagai rekrutan terbaik Liga Inggris musim ini. Mantan kapten timnas Inggris itu memuji dampak besar yang diberikan Xhaka bagi Sunderland, klub promosi yang kini tampil luar biasa di bawah asuhan Regis Le Bris.
Didatangkan dari Bayer Leverkusen dengan nilai transfer 20 juta Euro pada musim panas 2025, Xhaka langsung menjadi pusat permainan sekaligus pemimpin di ruang ganti. Ia dipercaya mengenakan ban kapten, dan kehadirannya terbukti membawa stabilitas serta mental juara bagi tim muda Sunderland.
Rooney mengungkapkan dalam The Wayne Rooney Show, bahwa banyak pihak sempat meragukan kemampuan Xhaka beradaptasi kembali di Premier League setelah meninggalkan Arsenal dua tahun lalu. Namun, performa pemain berusia 33 tahun itu justru melampaui ekspektasi.
“Kembali ke Liga Inggris dengan tim yang baru promosi, banyak yang bertanya-tanya apakah dia masih bisa bersaing. Tapi menurut saya, dia adalah rekrutan terbaik musim ini. Dia benar-benar luar biasa,” ujar Rooney.
Secara statistik, Xhaka menunjukkan kontribusi impresif di semua lini. Ia memimpin daftar pemain Sunderland dalam kategori assist (3), expected assist (1,2), umpan sukses (494), umpan ke kotak penalti (60), peluang tercipta (16), dan duel dimenangkan (67). Selain itu, hanya tiga pemain luar Premier League yang mencatatkan umpan panjang lebih banyak daripada 52 umpan yang dilepaskan Xhaka sejauh ini.
Rooney menilai pengalaman panjang Xhaka di Arsenal menjadi bekal penting bagi skuad muda Sunderland. Kehadirannya disebut sebagai figur ayah bagi para pemain muda dan mitra penting bagi pelatih Le Bris dalam membentuk karakter tim.
“Sunderland punya banyak pemain muda. Xhaka bukan hanya kapten di lapangan, tapi juga mentor. Dia membantu manajer dan para pemain lain dengan pengalamannya. Itu sangat berharga untuk tim seperti Sunderland,” tambah Rooney.
Rooney juga menyoroti perjalanan karier Xhaka yang penuh lika-liku. Dari sempat dicemooh fans Arsenal hingga menjadi pemain kunci di bawah Mikel Arteta, lalu sukses besar di Leverkusen dengan menjuarai Bundesliga dan memutus dominasi Bayern Munich, semua itu menunjukkan ketangguhan mental sang gelandang.
“Dia pernah melalui masa sulit di Arsenal. Ketika dia berselisih dengan fans, banyak yang mengira kariernya selesai. Tapi dia bangkit, kembali bermain, dan membuktikan kualitasnya. Kemudian dia ke Leverkusen dan membantu klub itu meraih gelar setelah lebih dari satu dekade. Itu menunjukkan betapa kuatnya dia sebagai pemain,” pungkas Rooney.
Kini, Sunderland duduk di peringkat keempat klasemen sementara Premier League, hanya terpaut tiga poin dari posisi kedua. Dengan pengalaman dan kepemimpinannya, Xhaka diyakini menjadi faktor kunci di balik kebangkitan tim promosi ini.
Editor : Toar Rotulung