Jagosatu.com - Pada malam yang penuh drama di kandang San Antonio Spurs, Stephen Curry mencetak 46 poin dan membawa Golden State Warriors meraih kemenangan penting dengan skor 125-120.
Curry memimpin timnya meski Spurs punya dua pemain yang mencetak triple-double dalam satu laga untuk pertama kalinya dalam sejarah franchise mereka.
Warriors tertinggal hingga 16 poin di paruh pertama, namun Curry meledak di kuarter ketiga dengan 22 poin — titik balik pertandingan.
Spurs awalnya menguasai permainan lewat alley-oop dan tekanan di cat, namun Warriors menemukan ritme lewat tembakan tiga angka dan adu lemparan bebas.
Curry melakukan 13 dari 25 tembakan keberhasilan, memasukkan 15 dari 16 lemparan bebas — menunjukkan ketenangan di momen krusial.
Di sisi Spurs, Victor Wembanyama mengumpulkan 31 poin, 15 rebound dan 10 assist, namun performa gemilang itu tetap tak cukup membawa kemenangan.
Rekan Wembanyama, Stephon Castle, juga mencapai triple-double dengan 23 poin, 10 rebound dan 10 assist — dan bersama dengan Wembanyama menjadi pasangan pertama Spurs yang melakukan hal ini.
Baca Juga: NBA Bongkar All-Star 2026: AS vs Dunia! Siapa Berani?
Namun Spurs melakukan 20 turnover dalam permainan ini, angka yang sangat merugikan langkah mereka menuju kemenangan.
Warriors unggul di garis lemparan bebas: 32 dari 36, dibandingkan dengan Spurs yang 14 dari 16.
Curry menembus pertahanan dengan kombinasi dribel, manuver di tengah, dan kemampuan menembak dari luar — memberikan contoh mengapa ia dianggap elite.
Pelatih Warriors melakukan perubahan lineup yang cukup berani sebelum laga ini, memasukkan pemain muda seperti Will Richard dan Moses Moody sebagai starter untuk menambah energi.
Moody sendiri menyumbang 19 poin dan berperan penting dalam upaya bangkit timnya.
Spurs yang baru menjalani awal musim dengan catatan kuat (sebelum laga ini) harus mencatat kekalahan kandang pertamanya di musim ini di hadapan publik sendiri.
Momentum berpindah ketika Warriors memperketat pertahanan di kuarter ketiga dan keempat, membuat Spurs kesulitan membangun keunggulan seperti sebelumnya.
Curry tak hanya menembak dengan baik, namun ia juga pintar memilih saat melakukan penetrasi dan tidak egois — memberi asist dan menjaga ritme timnya.
Pertandingan ini jadi semacam pembuktian bagi Warriors bahwa mereka bisa keluar dari tekanan mental setelah rentetan kekalahan di laga tandang.
Untuk Spurs, meski statistik individu luar biasa muncul, kolektif tim mengalami celah yang dimanfaatkan dengan baik oleh Warriors.
Kemenangan ini memberi suntikan moral besar bagi Warriors, terutama dalam menghadapi sisa perjalanan musim reguler yang berat.
Di sisi Spurs, pelajaran penting muncul: bahwa even ketika segala statistik mendukung, kemenangan tidak bisa hanya diukur dari angka pemain individual. (KT)
Editor : ALengkong