JAGOSATU.COM - Bek tengah tim nasional Brasil, Eder Militao, menegaskan bahwa dirinya siap ditempatkan di posisi mana pun demi kebutuhan tim. Pernyataan itu ia sampaikan setelah tampil sebagai bek kanan, lalu bergeser ke bek kiri dalam kemenangan Brasil 2-0 atas Senegal di Stadion Emirates, Sabtu (15/11) waktu setempat.
Dalam duel persahabatan tersebut, Militao mengisi posisi bek kanan sejak menit awal. Situasi berubah ketika Gabriel Magalhaes mengalami cedera di pertengahan babak kedua, memaksa Carlo Ancelotti memasukkan Wesley Franca sebagai pengganti. Pada momen itulah Militao diminta bergeser ke sisi kiri, sebuah keputusan taktis yang langsung ia jalankan tanpa keluhan.
Dikutip dari ANTARA dan laman resmi CBF, Militao mengungkapkan bahwa sebelum pertandingan dimulai, Ancelotti sudah bertanya sejauh mana kenyamanan dirinya bermain di posisi bek sayap. Jawaban Militao sangat jujur dan lugas.
“Sebelum pertandingan saya berbicara dengan Carlo Ancelotti. Dia bertanya apakah saya nyaman jika bermain sebagai bek sayap. Saya jawab tidak,” ucap Militao.
Meski begitu, pemain berusia 27 tahun itu menegaskan bahwa ia tetap siap menjalankan instruksi apa pun selama itu membantu Brasil meraih kemenangan. Ia menyebut bahwa pengalaman sebelumnya—baik bersama Real Madrid maupun saat tampil di Piala Dunia 2022—membuatnya cukup akrab dengan peran di sisi lapangan.
Militao mengaku puas dengan performanya, terutama karena bisa memberikan kontribusi penting dalam stabilitas lini pertahanan Seleção.
“Saya senang dengan performa saya karena bisa membantu tim meraih kemenangan,” ujarnya.
Kemenangan atas Senegal tersebut menjadi salah satu penampilan paling solid Brasil dalam beberapa bulan terakhir. Dua gol yang dicetak Estevao pada menit ke-28 dan Casemiro pada menit ke-35 cukup untuk memastikan kemenangan, tetapi sorotan utama justru tertuju pada konsistensi pertahanan Brasil di era baru Ancelotti.
Militao menilai bahwa kedatangan pelatih asal Italia itu membawa perubahan signifikan pada organisasi pertahanan Brasil.
“Saya senang dengan perkembangan yang kami buat di sektor pertahanan dan semangat tim. Ketika kami bersatu dan memahami instruksi pelatih, semuanya menjadi lebih mudah,” tutur Militao.
Sejak Ancelotti mengambil alih, Brasil hanya kebobolan empat gol dalam tujuh pertandingan, sebuah catatan yang menunjukkan peningkatan drastis dibandingkan performa defensif mereka dalam dua tahun terakhir.
Di bawah Ancelotti, Militao mendapatkan peran yang lebih fleksibel, termasuk kemungkinan mengisi beberapa posisi berbeda di lini pertahanan. Pelatih Italia tersebut dikenal gemar mengoptimalkan pemain serbaguna untuk memaksimalkan struktur tim.
Militao sendiri kini sudah mengemas 37 penampilan dan dua gol bersama timnas Brasil, angka yang menunjukkan pentingnya dirinya sebagai salah satu figur senior di lini belakang. Meski usianya baru 27 tahun, ia sudah termasuk pemain berpengalaman, baik di level klub maupun internasional.
Pada laga kontra Senegal, Militao tidak hanya tampil disiplin di sisi kanan dan kiri, tetapi juga menunjukkan kemampuan membaca permainan yang baik, terutama dalam menjaga kedalaman pertahanan saat Senegal berusaha menekan dengan serangan cepat. Pergeserannya dari kanan ke kiri berjalan tanpa masalah, memperlihatkan kepercayaan penuh dari Ancelotti terhadap kemampuannya.
Brasil kini tengah mempersiapkan pertandingan persahabatan terakhir tahun 2025, yakni melawan Tunisia pada Rabu (19/11) dini hari WIB. Laga tersebut akan menjadi kesempatan terakhir bagi Ancelotti untuk mencoba variasi taktik sebelum memasuki fase penting Kualifikasi Piala Dunia 2026 tahun depan.
Dalam kondisi Gabriel Magalhaes mengalami cedera pangkal paha, peran Militao kemungkinan akan semakin vital. Fleksibilitasnya dapat menjadi kunci untuk menjaga stabilitas pertahanan Brasil, terutama ketika Ancelotti memerlukan formasi yang lebih dinamis antara fase menyerang dan bertahan.
Militao menutup pernyataannya dengan optimisme.
“Yang terpenting adalah kami bermain sebagai tim, mengikuti rencana, dan bekerja keras. Ketika itu terjadi, hasil akan mengikuti,” katanya.
Dengan performa solid dan kemampuan adaptasi tinggi, Militao kembali menunjukkan bahwa ia bukan hanya bek tengah kelas dunia, tetapi juga pemain serbaguna yang dapat menjadi fondasi strategi Ancelotti dalam membangun pertahanan Brasil yang lebih modern dan stabil.
Editor : Toar Rotulung