Jagosatu.com - Elon Musk dan banyak penggemar di seluruh dunia kini ramai-ramai mendukung tagar #FreePavel setelah Pavel Durov, CEO Telegram, ditahan di Prancis. Penahanan Durov memicu gelombang dukungan di media sosial, dengan Musk memposting beberapa cuitan di X (sebelumnya Twitter) untuk menyuarakan keprihatinan tentang kebebasan berpendapat di Uni Eropa.
Dalam salah satu cuitannya, Musk menulis, “POV: ini tahun 2030 di Eropa dan kalian dieksekusi karena menyukai meme.” Komentar ini mencerminkan kekhawatirannya akan pengekangan kebebasan berekspresi dan perlakuan yang dianggap tidak adil terhadap Durov.
Menanggapi penahanan ini, pihak Telegram buka suara. Mereka menegaskan bahwa Pavel Durov tidak terlibat dalam penyalahgunaan platform dan mempertanyakan logika di balik menempatkan tanggung jawab pada pemilik platform untuk tindakan pengguna. “Tidak masuk akal untuk mengklaim bahwa suatu platform atau pemiliknya bertanggung jawab atas penyalahgunaan platform tersebut,” tulis Telegram dalam pernyataan resminya.
Kasus ini menimbulkan perdebatan global mengenai batas-batas kebebasan berbicara dan tanggung jawab platform media sosial dalam era digital.
(williamgoeyana)