Makin Benderang Kedok Bandara,
Tukang Sapu TKA China PT IMIP
Morowali Gajinya Rp18,7 Juta per Bulan
JAGOSATU.COM - Mantan karyawan PT IMIP Mr X mengungkapkan tukang sapu Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China digaji belasan juta per bulan.
Mantan karyawan PT IMIP yang enggan mengungkap identitasnya itu mengungkapkan jomplangnya salary antara pekerja lokal dengan TKA China. Paling membuat dahi mengernyit adalah gaji tukang sapu TKA asal China.
"Saya nanya lewat penerjemah, senang tidak kerja di Indonesia? Dia jawab senang sekali. Mereka digaji sekira 8.000 Yuan," ujar Mr X dalam wawancara eksklusif bersama Aiman Witjaksono di Rakyat Bersuara iNews, Selasa (2/12/2025).
Dalam kurs sekarang ini 1 Yuan jika dirupiahkan setara Rp2.349. Kalau dikalikan 8.000 Yuan, maka gaji yang dikantongi mencapai Rp18,7 juta. Menurut Mr X, TKA China digaji dengan pembayaran dua kali dalam satu bulan yakni 50 persen untuk keluarga di Tiongkok dan sisanya untuk para pekerja di Indonesia.
TKA yang bekerja tukang sapu jumlahnya mencapai ratusan orang. "Mereka pada waktu itu pakai tenaga manusia dengan alasan pemberdayaan. Banyak SDM digunakan tukang sapu pakai caping nyapu, pakai sapu besar nyapu jalanan," ucapnya.
"Saat di dalam kita diskusi dengan IW, salah satu direktur operasional di sana pada waktu itu beliau sampaikan bahwa mereka punya komitmen dengan pemerintah China untuk membawa SDM. Mereka itu cover SDM yang produktif tapi tidak bekerja dan tidak terserap di negaranya. Jadi semua pengusaha China di seluruh dunia diwajibkan pekerjakan warga negara sampai level paling bawah," ungkapnya.
Tambang nikel terbesar di Indonesia di Morowali memang sedang jadi gunjingan. Bermula dari terbukanya kedok Bandara IMIP, yang ternyata acap dijadikan pintu masuk pekerja illegal dari China. Bukan pekerja dengan skil tertentu sebagaimana perjanjian dengan pemerintah Indonesia. Bahkan kelas tukang sapu pun mereka susupkan. Dan itu semua masuk dengan leluasa melalui Bandara IMIP milik perusahaan. Di sana tidak ada keterlibatan pemerintah, baik imigrasi, pabean, bea cukai dan otoritas bandara seperti laiknya bandara-bandara di Indonesia.
Akibat terbukanya kedok Bandara IMIP, Presiden Prabowo Subianto menginstrukksikan kepada instansi teknis untuk memeriksa seluruh bandara yang digunakan perusahaan asing yang berinvestasi di Indonesia. Termasuk pelabuhan laut.(jon/ton/dbs/dth)