JAGOSATU.COM - Google telah merilis model kecerdasan buatan terbarunya, Gemini AI, yang dianggap sebagai pesaing GPT-4 milik OpenAI. Namun, muncul skeptisisme terkait keaslian video demo Gemini setelah laporan Bloomberg mengungkapkan bahwa video tersebut telah disunting dan tidak mencerminkan interaksi real-time.
Meskipun Google mengklaim bahwa Gemini melampaui kinerja GPT-4, mencapai skor 90,04% pada benchmark MMLU dibandingkan dengan 87,29% milik GPT-4, investigasi Bloomberg menunjukkan bahwa video demo tersebut tidak mencerminkan respons real-time dari Gemini terhadap situasi yang berubah.
Oriol Vinyals, pimpinan Google, membela video tersebut dengan mengatakan bahwa tujuannya adalah menginspirasi pengembang dengan menunjukkan potensi pengalaman pengguna yang didukung oleh Gemini.
Walaupun Google menjadi pemimpin dalam penelitian machine learning, sulit bagi mereka untuk efektif mengkomunikasikan kemampuan sejati dari alat AI mereka. Pertanyaannya sekarang adalah apakah Gemini dapat memenuhi ekspektasi yang diumumkan oleh Google atau tidak.
Google Gemini AI diklaim sebagai model kecerdasan buatan yang kuat, mampu memahami teks, video, audio, dan gambar. Model multimodal ini diklaim dapat menyelesaikan tugas-tugas kompleks, termasuk memahami dan menghasilkan kode berkualitas tinggi dalam berbagai bahasa pemrograman.
Dibangun dari awal sebagai model multimodal, Google Gemini AI dapat menggabungkan berbagai jenis informasi dengan lancar.