Baterai terbaru MG ini disebut “Magic Cube”, menggunakan teknologi Cell-to-Pack horizontal layout. Ketebalannya hanya 110 mm, bahkan lebih tipis dari kaleng minuman, tapi punya kepadatan energi tinggi hingga 180 Wh/kg. Ini memungkinkan mobil MG menjangkau hingga 540 km dalam sekali isi daya, tanpa mengorbankan kenyamanan kabin.
Aman di Segala Medan, Tahan Air dan Panas
Meski tipis, bukan berarti ringkih. Baterai MG dibekali proteksi berlapis, mulai dari isolasi nano, lapisan tahan api, hingga katup pelepas tekanan otomatis. Tak cuma itu, semua unit EV MG juga dilengkapi sistem pendingin otomatis dan sertifikasi IP67, tahan air dan debu — cocok untuk cuaca tropis Indonesia.
Bisa Didaur Ulang atau Diganti Sebagian
Menariknya, baterai MG punya usia pakai hingga 12 tahun. Setelah itu, pengguna bisa memilih untuk mendaur ulang atau cukup mengganti sebagian baterai saja tanpa perlu beli mobil baru. Teknologi fast-swapping ini memberikan fleksibilitas yang jarang ditawarkan merek lain.
Sudah Dipakai di Semua Mobil Listrik MG
Teknologi baterai ini digunakan pada seluruh lini MG EV, termasuk MG ZS EV, MG4 EV, MG4 EV Max, bahkan MG Cyberster, mobil listrik bergaya roadster sport. Dengan jarak tempuh hingga 540 km dan performa tinggi tanpa kompromi, MG membuktikan bahwa mobil listrik bisa tetap fun dan powerful.
“Desainnya boleh ramping, tapi performanya gahar. Cocok buat harian, bahkan juga buat yang suka kebut-kebutan legal di sirkuit,” tambah Joy.
Tak hanya soal teknologi, MG juga sudah mulai memproduksi baterai secara lokal lewat kerja sama dengan UABS Indonesia dan PT Agung Kentjana Abadi. Langkah ini mendukung ekosistem EV nasional dan mendorong industri otomotif dalam negeri jadi lebih mandiri.(ame)
Editor : Amelia Beatrix