Bugatti Tourbillon, hypercar terbaru dengan mesin bertenaga lebih dari 1.800 HP, resmi dinyatakan habis terjual.
Mobil ini dibanderol mulai dari €3,8 juta atau sekitar Rp72 miliar per unit.
Yang mengejutkan, seluruh unit sudah sold out hingga tahun 2029.
Menurut Motor1.com, Direktur Desain Bugatti Frank Heyl mengonfirmasi bahwa semua unit Tourbillon telah terpesan penuh.
Dilansir dari Carscoops, bahkan ada lebih dari 60 orang kaya yang masih harus menunggu antrean untuk memiliki mobil ini.
Artinya, walaupun sudah sold out, daftar tunggu tetap berjalan hingga beberapa tahun ke depan.
Tourbillon bukan sekadar mobil biasa, melainkan hypercar yang menggabungkan tenaga besar dengan teknologi hybrid canggih.
Baca Juga: AI Mulai Kehilangan Gengsi? Fakta Mengejutkan di Balik Perlambatan Tren Artificial Intelligence
Mobil ini menggunakan mesin V16 yang digabung dengan motor listrik untuk menghasilkan tenaga buas.
Menurut Supercar Blondie, daya gabungan mesin bensin dan listrik membuat Tourbillon mencapai lebih dari 1.800 HP.
Dengan tenaga sebesar itu, Tourbillon mampu melesat dari 0-100 km/jam hanya dalam hitungan detik.
Banyak penggemar otomotif menyebut mobil ini sebagai “monster jalanan masa depan.”
Bugatti hanya memproduksi 250 unit Tourbillon agar tetap eksklusif.
Dilansir dari NTVNews.id, semua unit itu sudah habis dipesan hingga 2029.
Total pendapatan yang dikantongi Bugatti dari Tourbillon diperkirakan mencapai €950 juta atau hampir Rp18 triliun.
Angka tersebut menjadi bukti bahwa pasar hypercar kelas atas tetap sangat bergairah.
Fenomena ini membuktikan kalau orang super kaya di dunia tetap rela antre bertahun-tahun untuk barang mewah.
Tourbillon menjadi simbol status sosial bagi mereka yang mampu membelinya.
Mobil ini tidak hanya cepat, tetapi juga penuh teknologi mutakhir di dalam kabinnya.
Interiornya menggabungkan kemewahan kulit premium dengan instrumen digital modern.
Menurut Headlight Magazine, Tourbillon menghadirkan kombinasi sempurna antara tradisi Bugatti dan inovasi baru.
Nama Tourbillon sendiri terinspirasi dari mekanisme jam tangan mewah yang melambangkan presisi.
Bugatti sengaja memakai filosofi itu untuk menekankan kualitas tanpa kompromi.
Setiap detail mobil ini dibuat dengan pengerjaan tangan yang sangat teliti.
Bahkan, bagian kecil seperti tombol kontrol dibuat layaknya perhiasan.
Pelanggan Bugatti biasanya adalah miliarder, selebriti, hingga kolektor mobil kelas dunia.
Dengan status sold out sampai 2029, Tourbillon menjadi salah satu mobil paling langka saat ini.
Antrean panjang menunjukkan betapa tingginya kepercayaan orang kaya terhadap brand Bugatti.
Banyak yang membeli bukan hanya untuk dipakai, tapi juga untuk investasi masa depan.
Harga Tourbillon diprediksi bisa melambung jauh di pasar mobil kolektor.
Fenomena ini juga memperkuat posisi Bugatti sebagai raja hypercar dunia.
Dengan strategi produksi terbatas, Bugatti selalu berhasil menjaga aura eksklusivitas.
Tourbillon resmi menjadi ikon baru dunia otomotif super mewah.
Bagi pecinta otomotif biasa, mobil ini mungkin hanya bisa jadi mimpi.
Namun, kisah sukses Bugatti Tourbillon ini tetap menarik untuk diikuti.
Hypercar ini membuktikan bahwa dunia supercar masih sangat hidup dan penuh kejutan.
Tourbillon akan terus jadi bahan pembicaraan hingga bertahun-tahun ke depan.
Mobil ini bukan hanya kendaraan, tapi karya seni berteknologi tinggi.
Bugatti kembali membuktikan, mereka selalu berada satu langkah di depan kompetitor.
Tourbillon sudah mengukir sejarah bahkan sebelum pengiriman dimulai.
Dan sekarang, dunia hanya bisa menunggu untuk melihatnya melaju di jalan raya.
Sungguh gila, Bugatti Tourbillon habis terjual sampai 2029!
vyr
Editor : Toar Rotulung