Jagosatu.com - Di tengah banyaknya aplikasi yang bisa diunduh di App Store, kita sering bingung memilih mana yang benar-benar bagus.
Biasanya kita mengandalkan rating bintang dan komentar dari pengguna lain sebagai acuan untuk memilih aplikasi.
Tapi ternyata sekarang ada cara lain yang lebih canggih, yaitu menggunakan kecerdasan buatan atau AI untuk memprediksi rating aplikasi.
AI atau Artificial Intelligence adalah teknologi yang bisa membuat komputer berpikir dan belajar seperti manusia.
Salah satu metode AI yang sering dipakai adalah machine learning, yaitu proses komputer belajar dari data yang sudah ada.
Dalam dunia aplikasi, machine learning bisa digunakan untuk mempelajari data seperti jumlah download, harga, genre, dan lainnya.
Setelah belajar dari data itu, AI bisa menebak apakah suatu aplikasi akan mendapatkan rating tinggi atau tidak.
Salah satu algoritma machine learning yang terkenal adalah Random Forest, yaitu metode yang menggunakan banyak pohon keputusan untuk membuat prediksi yang lebih akurat.
Baca Juga: Algoritma Random Forest Ungkap Faktor Penentu Rating Aplikasi
Bayangkan seperti banyak orang ahli yang memberi pendapat, lalu diambil suara terbanyak untuk menentukan hasil akhirnya.
Penelitian dari Green Arther Sandag di Universitas Klabat membuktikan bahwa Random Forest bisa memprediksi rating aplikasi App Store dengan akurasi lebih dari 85%
Penelitian ini menggunakan data dari lebih dari 7000 aplikasi di App Store, yang diambil dari platform Kaggle.
Langkah-langkah yang dilakukan termasuk membersihkan data, membagi data untuk latihan dan pengujian, lalu menguji hasilnya dengan teknik 10-fold cross validation.
Teknik ini mirip dengan cara belajar sambil ujian berkali-kali untuk memastikan hasilnya konsisten dan bisa dipercaya.
Selain penelitian ini, ada juga studi dari Zhuang et al. (2018) yang menggunakan Random Forest untuk memprediksi hasil terapi anak autis, dan hasilnya juga menunjukkan akurasi tinggi
Hal ini menunjukkan bahwa algoritma ini tidak hanya bagus untuk aplikasi, tapi juga bisa dipakai di bidang kesehatan.
Menurut laman IBM, Random Forest sering digunakan karena bisa menangani data besar dan hasilnya lebih stabil dibanding metode lain.
Penggunaan AI untuk prediksi rating bisa membantu pengguna menemukan aplikasi terbaik tanpa harus baca semua komentar satu per satu.
Bagi pengembang aplikasi, ini juga berguna untuk mengetahui apakah aplikasinya cukup menarik di mata pengguna sebelum diluncurkan secara luas.
Namun, AI juga punya kelemahan, misalnya kalau datanya tidak lengkap atau tidak akurat, maka hasil prediksinya juga bisa salah.
Karena itu, walaupun AI bisa membantu, keputusan akhir tetap ada di tangan pengguna.
Penting juga untuk tahu bahwa AI bukan pengganti pendapat manusia, tapi lebih sebagai alat bantu yang membuat proses lebih cepat.
Di masa depan, mungkin kita tidak perlu lagi melihat bintang lima atau komentar panjang, cukup lihat hasil prediksi AI saja.
Tapi apakah kita siap mempercayakan selera dan keputusan kita pada teknologi? (KT)
Editor : ALengkong