Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Inovasi Medis: AI Tingkatkan Kecepatan dan Akurasi Deteksi Kanker Paru-paru

Richard Lawongan • 2025-09-19 10:18:41

CT scan paru-paru
CT scan paru-paru

Jagosatu.com - Kanker paru adalah salah satu penyakit paling mematikan di dunia yang sering baru terdeteksi saat sudah stadium lanjut.

Menurut data WHO tahun 2020, kanker paru menjadi penyebab kematian nomor satu akibat kanker dengan angka 1,8 juta jiwa.

Di Indonesia sendiri, kasus kanker paru terus meningkat dan menjadi tantangan besar bagi dunia kesehatan.

Salah satu cara mendeteksi kanker paru adalah dengan CT-Scan yang bisa menunjukkan adanya tumor di paru-paru.

Namun, membaca hasil CT-Scan membutuhkan waktu lama dan ketelitian tinggi dari dokter spesialis.

Di sinilah teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai mengambil peran penting.

Penelitian terbaru membandingkan dua model AI populer, yaitu ResNet dan EfficientNet, dalam membaca CT-Scan paru.

ResNet adalah model AI lama yang cukup terkenal untuk analisis gambar medis.

Sedangkan EfficientNet adalah model yang lebih baru dengan kemampuan belajar pola gambar lebih detail.

Dalam penelitian ini, para peneliti menggunakan 1.000 gambar CT-Scan paru yang terbagi dalam empat kategori, yaitu Adenocarcinoma, Large Cell, Squamous, dan Normal.

Hasilnya, EfficientNetB3 berhasil menjadi model dengan akurasi terbaik dibanding model lainnya.

Model ini mampu mencapai akurasi 97,78%, dengan precision 97,34%, recall 98,33%, dan F1-score 97,78%.

Angka ini jauh lebih tinggi dibanding hasil dari ResNet yang rata-rata hanya di kisaran 80-90%.

Menurut peneliti, performa EfficientNetB3 lebih baik karena kemampuannya mengekstrak pola kecil di gambar CT-Scan.

Hal ini membuat AI bisa lebih cepat dan tepat mendeteksi adanya tanda-tanda kanker paru.

Teknik yang digunakan adalah Transfer Learning, yaitu cara melatih AI dengan memanfaatkan model yang sudah dilatih sebelumnya di data lain.

Dengan teknik ini, waktu komputasi bisa dipangkas tanpa mengurangi akurasi analisis gambar medis.

Para peneliti juga membuat aplikasi berbasis web sederhana agar dokter bisa langsung mengunggah gambar CT-Scan untuk analisis.

Meski aplikasinya masih dijalankan di komputer lokal, teknologi ini sudah membuktikan potensi besar untuk dunia medis.

Ke depannya, AI seperti EfficientNetB3 bisa membantu dokter memberikan diagnosis lebih cepat dan tepat, sehingga pasien mendapat penanganan lebih awal.

Jika teknologi ini terus dikembangkan, peluang meningkatkan angka kesembuhan pasien kanker paru akan semakin besar.

Dengan kata lain, perpaduan dokter dan AI bisa jadi senjata baru melawan kanker paru. (aak)

Editor : Richard Lawongan
#KankerParu #TeknologiMedis #ArtificialIntelligence #EfficientNet #CTScan