JagoSatu.com - Apple kabarnya sedang menggarap 'aplikasi mirip ChatGPT' buatan sendiri. Sudah saatnya sih, mengingat Siri yang sekarang terasa ketinggalan zaman banget dibanding para pesaingnya.
Aplikasi internal ini diberi nama "Veritas". Tujuannya adalah untuk mempersiapkan perombakan besar-besaran Siri yang dijadwalkan tahun depan. Mending telat daripada nggak sama sekali, kan?
Dilansir dari Tom's Guide, Mark Gurman dari Bloomberg melaporkan Veritas dipakai untuk 'mengevaluasi fitur-fitur baru Siri dengan cepat'. Kelihatan jelas mereka sedang berusaha mengejar ketertinggalan.
Siri nantinya bisa mencari data pribadi seperti lagu dan email. Bahkan, bisa melakukan aksi di dalam aplikasi, contohnya mengedit foto. Integrasi sedalam ini sudah kita tunggu-tunggu!
Veritas ini dirancang seperti chatbot modern pada umumnya. Ia bisa diajak ngobrol soal banyak topik dan mampu mengingat percakapan sebelumnya. Pengalaman yang benar-benar berguna!
Sayangnya, aplikasi keren ini hanya untuk penggunaan internal Apple, seperti yang dilaporkan Tom's Guide. "Tidak ada rencana untuk merilisnya ke publik." Kebiasaan Apple, yang bagus disimpan sendiri!
Sebagai gantinya, Apple justru sedang bernegosiasi dengan Google. Mereka berencana untuk melisensikan Model Bahasa Besar (LLM) milik Google untuk digunakan di iPhone.
Model dari Google ini harus bisa berjalan di sistem Private Cloud Compute Apple. Ini demi menjaga privasi pengguna, meski ada kekhawatiran hal ini bisa membatasi kemampuan AI-nya.
Upgrade besar-besaran untuk Siri ini sebenarnya dijadwalkan rilis beberapa bulan lalu. Tapi kabarnya, proyek ini menghadapi masalah serius di balik layar, menjelaskan minimnya fitur AI baru.
Dikutip dari Tom's Guide, Siri versi baru ini sekarang diperkirakan meluncur pada awal 2026. Kalau sampai molor lagi, Apple berisiko kalah telak dalam persaingan AI.
Efek penundaan ini sangat terasa. iPhone 17 dan iOS 26 jadi kurang greget tanpa fitur AI yang benar-benar baru, bukan cuma sekadar peningkatan layar atau desain minor.
Veritas juga bertujuan untuk mengumpulkan masukan tentang seberapa penting chatbot internal bagi mereka di masa depan. Apple akhirnya sadar fitur AI itu krusial, bukan sekadar gimik.
Tujuan utama Veritas adalah sebagai 'laboratorium' internal. Dilaporkan Tom's Guide, karyawan bisa menguji coba teknologi Siri yang masih dalam tahap pengembangan dalam format yang familiar.
Keberadaan Veritas setidaknya menunjukkan Apple ada kemajuan, walaupun lambat. Mereka hanya perlu mempercepat langkah mereka jika tidak mau semakin tertinggal.
Semoga saja pengujian via Veritas ini bisa membuat perombakan Siri berjalan lancar. Kita butuh asisten pintar, bukan 'alarm canggih'. Bagaimana menurut kalian strategi AI Apple ini? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung