Jagosatu.com - Dunia teknologi kembali heboh setelah Nvidia resmi bekerja sama dengan Fujitsu untuk membangun kecerdasan buatan atau AI yang dipakai di robot dan industri.
Menurut TechXplore, keduanya akan menggabungkan teknologi GPU dari Nvidia dengan prosesor terbaru milik Fujitsu bernama FUJITSU-MONAKA.
GPU atau Graphics Processing Unit buatan Nvidia selama ini dikenal sangat cepat dalam menghitung data besar, khususnya untuk kecerdasan buatan.
Sementara FUJITSU-MONAKA adalah CPU atau Central Processing Unit terbaru yang dikembangkan untuk komputasi super dan efisiensi energi tinggi.
Kerja sama ini memakai teknologi bernama NVLink Fusion yang membuat GPU dan CPU bisa berkomunikasi lebih cepat dari biasanya.
Menurut Fujitsu, NVLink Fusion memungkinkan pemrosesan data kompleks jadi lebih efisien, terutama di bidang robotika dan otomasi industri.
Baca Juga: Perang Chip Berakhir: Arm Kalah, Qualcomm Bebas Kembangkan CPU Oryon.
Fokus awal kolaborasi ini adalah pasar Jepang yang dikenal sangat maju dalam bidang robot dan otomatisasi pabrik.
Nvidia dan Fujitsu percaya kombinasi ini akan membawa robot industri menjadi lebih cerdas, gesit, dan hemat energi.
Menurut Global Fujitsu, proyek ini juga akan menyasar sektor kesehatan, terutama robot perawat dan teknologi rumah sakit pintar.
Di bidang manufaktur, AI yang lebih cepat bisa membantu pabrik menghasilkan produk lebih presisi dan efisien.
Robot industri yang menggunakan teknologi ini bahkan bisa mengambil keputusan sendiri secara real time tanpa harus menunggu instruksi manusia.
Teknologi seperti ini disebut sebagai autonomous decision making atau kemampuan robot mengambil keputusan otonom.
Menurut analis, ini bisa mempercepat revolusi industri 4.0 di Jepang, bahkan Asia secara keseluruhan.
Selain itu, ada peluang besar jika teknologi ini diekspor ke negara lain yang juga mulai mengadopsi otomatisasi.
Robot pintar dengan AI canggih bukan hanya bermanfaat di pabrik, tapi juga bisa dipakai di rumah, rumah sakit, dan ruang publik.
Nvidia sendiri memang sedang gencar mengembangkan AI untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mobil otonom hingga komputer super.
Kerja sama ini juga disebut sebagai salah satu strategi Jepang untuk bersaing dengan Amerika dan China di bidang teknologi cerdas.
Menurut TechXplore, proyek ini bisa mempercepat adopsi robot pintar di sektor-sektor penting seperti transportasi dan energi.
Namun beberapa pakar juga mengingatkan bahwa peningkatan otomatisasi bisa berdampak pada pengurangan tenaga kerja manusia.
Meski begitu, Fujitsu menegaskan bahwa tujuan mereka adalah menciptakan teknologi yang tetap ramah manusia dan memberi manfaat luas.
(J)
Editor : ALengkong