Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Gara-Gara Gagal Saingi iPhone, Samsung Batalkan Galaxy S26 Edge?

Toar Rotulung • 2025-10-22 01:00:00

Ilustrasi Galaxy S26 Edge
Ilustrasi Galaxy S26 Edge

JagoSatu.com - Samsung sepertinya lagi galau soal identitas. Kabar dari Korea Selatan menyebut mereka membatalkan Galaxy S26 Edge dan kembali ke S26 Plus. Strategi plin-plan ini jujur bikin pusing.

Usut punya usut, alasannya simpel: Galaxy S25 Edge kabarnya kurang laku di pasaran. Samsung jelas tidak mau mengulang kegagalan yang sama di tahun 2026 mendatang.

Dilansir oleh Android Authority, pembatalan ini bukan masalah sepele. Ini adalah sinyal adanya masalah yang lebih besar, di mana Samsung sepertinya telah kehilangan arah dan identitas produknya.

Saat ditanya soal S25 Edge, bos Samsung TM Roh hanya memberi alasan korporat: "mempercepat inovasi penting." Padahal, alasan seperti ini seringkali jadi kode bahwa produknya tak punya tujuan jelas.

Dugaan paling kuat adalah Samsung ingin mendahului Apple. Dengan rumor iPhone Air atau 17 Slim yang beredar, Samsung sepertinya ingin merilis ponsel tipis lebih dulu. Tipikal Samsung banget.

Dilaporkan oleh Android Authority, iPhone Air sebenarnya punya tujuan jelas. Ponsel tipis ini jadi kelinci percobaan untuk pengembangan komponen iPhone lipat di masa depan. Strategi Apple selalu dua langkah di depan.

Logika ini nggak berlaku buat Samsung, karena mereka sudah jago membuat ponsel lipat. Jadi, S25 Edge terasa seperti proyek iseng yang buang-buang sumber daya hanya untuk menyaingi Apple.

Lihat saja produk Samsung lainnya. Galaxy Watch Ultra muncul dua tahun setelah Apple Watch Ultra. Desain Galaxy Buds 3 yang baru pun terang-terangan meniru AirPods Pro milik Apple.

Dikutip dari Android Authority, Samsung bahkan baru memakai titanium di S Ultra setelah Apple melakukannya. Headset Moohan XR mereka juga dituding sebagai tiruan mentah-mentah dari Apple Vision Pro.

Inspirasi itu wajar, tapi Samsung tampaknya membawanya ke level ekstrem. Fokus meniru ini disebut telah "menghilangkan identitas apa pun yang pernah dimiliki Samsung." Mereka kini hanya jadi pengikut tren.

Padahal, kita semua tahu Samsung dulunya sangat inovatif. Mereka adalah pelopor yang mempopulerkan ponsel lipat dan tren layar besar lewat seri Galaxy Note yang legendaris.

Dilansir oleh Android Authority, ponsel seperti Galaxy S III dan S8 adalah produk ikonik pada masanya. Perangkat-perangkat inilah yang membangun identitas Samsung sebagai brand yang berani ambil risiko.

Kini, produk mereka terasa seperti produk panik untuk menyaingi kompetitor. Kegagalan S25 Edge membuktikan strategi meniru ini tidak sehat untuk jangka panjang.

Solusinya sebenarnya sederhana tapi sulit dieksekusi: Samsung harus menemukan kembali jati dirinya. Mau jadi pelopor seperti dulu, atau selamanya jadi pengekor Apple?

Jika tidak ada "perubahan signifikan," Samsung berisiko hanya akan menjadi bayang-bayang dari masa jayanya. Menurut kalian, apa yang harus dilakukan Samsung biar nggak dicap pengekor? (tmtiwow)

Editor : Toar Rotulung
#plin-plan #Strategi #Membatalkan #Samsung #Galaxy S26 Edge #Korea Selatan #identitas