Jagosatu.com - Dunia musik tampaknya akan berubah besar-besaran berkat langkah terbaru dari OpenAI.
OpenAI dilaporkan sedang mengembangkan alat kecerdasan buatan (AI) baru yang bisa membuat musik hanya dari perintah teks.
Artinya, kamu cukup mengetik “buat lagu pop dengan nuansa sedih”, dan sistem ini bisa langsung menghasilkan musik sesuai keinginan.
Menurut laporan dari Storyboard18, alat ini mampu membuat komposisi musik lengkap dari prompt berupa teks dan bahkan dari cuplikan audio.
Dilansir dari DataConomy, alat tersebut juga bisa membantu pengguna menambahkan musik latar pada video, atau menciptakan aransemen gitar dari vokal yang sudah direkam.
Menariknya, proyek ini melibatkan siswa dari The Juilliard School, salah satu sekolah musik paling terkenal di dunia.
Para siswa tersebut membantu memberikan anotasi musik agar AI OpenAI memahami struktur, ritme, dan emosi dalam komposisi musik.
Baca Juga: Masih Percaya AI? Studi EBU dan BBC Ungkap Sisi Gelap Asisten Pintar
Langkah ini menunjukkan bahwa OpenAI tak hanya berfokus pada teks seperti ChatGPT, tapi kini mulai serius menembus ranah kreativitas musik.
Banyak pihak melihat ini sebagai revolusi baru dalam dunia musik digital dan produksi konten kreatif.
Bayangkan, seorang kreator bisa membuat soundtrack film pendek hanya dengan mengetik deskripsi suasana tanpa alat musik sama sekali.
Teknologi ini juga bisa membantu musisi pemula yang belum mahir memainkan alat musik untuk menyalurkan ide kreatif mereka.
Namun, menurut NDTV, OpenAI belum mengumumkan tanggal rilis resmi untuk alat ini.
Masih belum jelas juga apakah alat ini akan hadir sebagai produk terpisah atau fitur tambahan di ChatGPT atau Sora, alat video AI buatan OpenAI.
Jika benar dirilis, alat ini bisa bersaing langsung dengan MusicLM dari Google dan Suno yang sudah lebih dulu mengembangkan musik generatif.
Dalam dunia teknologi, istilah musik generatif berarti musik yang diciptakan otomatis oleh AI berdasarkan instruksi manusia.
Tentu saja, inovasi seperti ini membawa peluang sekaligus tantangan bagi para musisi dan produser.
Beberapa orang khawatir AI akan membuat pekerjaan kreatif manusia tergantikan, terutama di bidang komposisi musik.
Namun ada juga yang optimis bahwa alat seperti ini justru bisa memperluas imajinasi dan mempermudah proses penciptaan lagu.
Dengan potensi besar ini, OpenAI sepertinya ingin membuktikan bahwa AI bukan hanya bisa menulis dan menggambar, tapi juga bisa “bermusik”.
Jika semua berjalan lancar, dunia mungkin segera mendengar lagu pertama yang benar-benar lahir dari kata-kata manusia dan suara mesin. (KT)
Editor : ALengkong