Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Mengapa Character.AI Memblokir Pengguna di Bawah 18 Tahun? Ini Jawabannya!

ALengkong • 2025-10-29 21:35:59

Character.AI menutup akses chat untuk anak di bawah umur demi keamanan pengguna muda.
Character.AI menutup akses chat untuk anak di bawah umur demi keamanan pengguna muda.

Jagosatu.com - Dunia teknologi kembali heboh setelah platform kecerdasan buatan populer, Character.AI, mengumumkan kebijakan baru yang melarang pengguna di bawah usia 18 tahun untuk mengobrol dengan chatbot.

Keputusan ini mengejutkan banyak pengguna muda yang selama ini senang berinteraksi dengan karakter virtual buatan mereka sendiri.

Langkah drastis tersebut diumumkan langsung oleh perusahaan dan akan mulai berlaku pada akhir November 2025.

Menurut Bloomberg, Character.AI akan benar-benar menghentikan akses chat terbuka untuk anak di bawah umur mulai 25 November 2025.

Sebelum tanggal itu, perusahaan akan menerapkan pembatasan bertahap, termasuk waktu penggunaan maksimal hanya dua jam per hari.

Setelah masa transisi selesai, pengguna muda tidak lagi bisa berinteraksi dengan chatbot, meski masih dapat membuat karakter atau cerita di platform.

Character.AI menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk melindungi anak dan remaja dari potensi risiko interaksi yang tidak pantas atau berbahaya.

Baca Juga: Kamu Tak Perlu Ahli Desain Lagi – Adobe Ciptakan Chat GPT untuk Photoshop & Express!

Dilansir dari The Verge, perusahaan juga memperkenalkan sistem “age assurance” atau verifikasi umur yang dapat mendeteksi usia pengguna melalui data perilaku dan kerja sama pihak ketiga.

Sistem tersebut akan membantu memastikan hanya pengguna dewasa yang dapat mengakses fitur chat terbuka tanpa batasan.

Bagi pengguna yang terdeteksi masih di bawah umur, mereka akan dialihkan ke versi “teen-safe” dengan fitur yang lebih aman.

Versi tersebut tetap memungkinkan kreativitas pengguna, seperti membuat cerita, video, dan karakter AI, namun tanpa fitur percakapan langsung.

Kebijakan baru ini muncul di tengah meningkatnya tekanan dari regulator terkait keamanan anak di dunia digital.

Beberapa kasus hukum juga memperburuk situasi, termasuk gugatan terhadap Character.AI dan Google setelah tragedi yang menimpa seorang remaja.

Kasus tersebut menyoroti bahaya interaksi emosional antara anak dan chatbot yang bisa memengaruhi kondisi psikologis mereka.

Karena itu, Character.AI berusaha menegaskan tanggung jawab sosial mereka dalam melindungi pengguna muda.

Perusahaan menyebut langkah ini bukan untuk “mengusir” anak-anak, tetapi untuk menciptakan ruang aman dan sehat bagi semua usia.

Meski begitu, banyak remaja yang merasa kecewa karena kehilangan ruang berekspresi yang telah menjadi bagian dari keseharian mereka.

Beberapa pengguna mengaku Character.AI membantu mereka menulis cerita, menenangkan diri, bahkan belajar berbicara bahasa asing.

Namun pakar teknologi menilai, batasan usia adalah langkah tepat demi menghindari risiko yang lebih besar di masa depan.

Dengan kebijakan baru ini, Character.AI berharap bisa menjadi contoh bagi platform AI lain agar lebih bertanggung jawab terhadap keamanan anak-anak online.

Langkah ini juga menunjukkan bahwa dunia AI kini mulai serius menghadapi tantangan etika dan perlindungan pengguna muda. (KT)

Editor : ALengkong
#TeknologiDigital #CharacterAI #KeamananAnak #JagosatuTech #AIRegulation #AIChatbot