Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

AMD Suntik Mati RX 6000 & 5000: GPU Jutaan Gamer Jadi 'Susu Basi'!

Toar Rotulung • 2025-11-03 09:51:04
Material Pemasaran Kartu Grafis Radeon
Material Pemasaran Kartu Grafis Radeon

JagoSatu.com - Kabar buruk dari kubu merah. AMD baru saja memasukkan GPU Radeon RX 6000 dan 5000 ke 'mode pemeliharaan'. Ini artinya umur yang super singkat untuk kartu grafis yang baru beredar beberapa tahun.

Padahal, kalau beli hardware mahal, pasti berharap dukungannya awet, kan? Keputusan AMD ini jelas jadi pukulan telak, terutama bagi mereka yang baru saja membeli kartu grafis ini.

Dilansir oleh PCWorld, catatan rilis driver Adrenalin terbaru hanya menyebut dukungan game baru untuk seri RX 7000 ke atas. Nama RDNA 1 dan RDNA 2 jelas-jelas nggak disebut sama sekali.

AMD pun mengonfirmasi kalau kartu RDNA 1 dan 2 nggak bakal dapat optimisasi game baru. Artinya, kartu RX 6000 kalian nggak akan jadi 'anggur berkualitas', tapi malah jadi 'susu basi'.

Kebijakan ini nggak cuma berdampak pada GPU PC rakitan, tapi juga grafis terintegrasi di banyak laptop dan handheld. Parahnya, beberapa di antaranya baru rilis tahun 2023 lalu!

Para gamer yang install Windows di Steam Deck atau handheld sejenisnya bakal menghadapi masa depan suram. Mereka akan kehilangan potensi performa maksimal untuk game-game AAA di masa depan.

Ini jadi masalah besar bagi Steam Deck yang pakai APU RDNA 2. Meski versi Linux-nya aman karena driver dari Valve, pengguna versi Windows dijamin kena batunya.

Artinya, hardware nggak langsung mati. Tapi tanpa optimisasi, performanya bakal anjlok. AMD seolah lempar handuk ke developer game: "Urus sendiri masalah kalian!"

Sebagai contoh, driver Adrenalin terbaru punya optimisasi untuk Battlefield 6. Sayangnya, jutaan pengguna kartu RDNA 2 cuma bisa gigit jari melihat peningkatan performa ini.

Nggak heran, para gamer PC langsung 'ngamuk' di internet. Langkah ini jelas buruk buat loyalitas pelanggan, apalagi posisi AMD sudah tertinggal dari rival beratnya, Nvidia.

Sebagai perbandingan, Nvidia masih memberikan dukungan penuh untuk RTX seri 30, bahkan seri 20 yang lebih tua. Perbandingan ini jelas bikin AMD kelihatan makin buruk di mata gamer.

Dikutip oleh PCWorld, 'mode pemeliharaan' adalah cara halus untuk bilang produk sudah EOL (End of Life). Hal ini jelas bakal bikin anjlok harga jual kembali kartu seri 6000.

AMD sempat klarifikasi kalau optimisasi game akan tetap ada 'sesuai kebutuhan pasar'. Tapi kalimatnya ambigu dan malah bikin bingung. Kepercayaan konsumen sudah terlanjur rusak.

Ada spekulasi AMD sengaja mengalihkan sumber daya ke divisi CPU atau AI yang lebih 'cuan'. Ini terasa seperti alasan untuk memangkas biaya di tim dukungan GPU mereka.

Pada akhirnya, keputusan ini adalah langkah mengejutkan yang merusak reputasi. Menurut kalian, apakah langkah AMD ini bisa dimaafkan? (tmtiwow)

Editor : Toar Rotulung
#Merah #GPU #kabar buruk #kartu grafis #mode #singkat #5000 #Pemeliharaan #amd #Radeon #Kubu #Baru #RX 6000 #umur