Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Meta Kena Denda Rp8 Triliun di Spanyol, Pukulan Telak Akibat Lacak Data!

Toar Rotulung • 2025-11-26 01:00:00
Ilustrasi Penghakiman kepada Meta atas Perampasan Data di Spanyol
Ilustrasi Penghakiman kepada Meta atas Perampasan Data di Spanyol

JagoSatu.com - Meta, induk perusahaan Facebook, dapat denda raksasa dari pengadilan Spanyol sebesar 479 juta euro atau sekitar Rp8,8 triliun. Ini adalah sebuah pukulan telak bagi Meta dan kemenangan besar bagi hak privasi digital.

Inti masalahnya, Pengadilan Niaga Madrid menyatakan Meta bersalah karena praktik persaingan tidak sehat dan melanggar aturan privasi data Uni Eropa (GDPR). Ini menunjukkan keseriusan Eropa dalam meminta pertanggungjawaban perusahaan teknologi besar.

Dilansir oleh Reuters, uang kompensasi fantastis itu akan diberikan kepada 87 penerbit media di Spanyol. Intinya, denda ini setara dengan keuntungan yang didapat Meta dari melacak pengguna secara ilegal untuk iklan di Facebook dan Instagram.

Pengadilan menemukan Meta memproses data pengguna secara ilegal, yang memberinya keunggulan signifikan di pasar iklan. Ini mengonfirmasi dugaan lama bahwa Meta main curang untuk mendominasi pasar iklan digital.

Seperti yang sudah diduga, Meta langsung mengajukan banding. Seorang juru bicara menyebut klaim ini "tidak berdasar". Namun, meski mereka melawan, posisi hukum mereka di Eropa makin terjepit.

Menurut Reuters, masalah ini berawal saat Meta mengubah dasar hukum pemrosesan data ketika GDPR berlaku tahun 2018. Mereka berhenti meminta persetujuan pengguna, jelas-jelas merupakan upaya untuk mengakali hukum.

Meta mencoba berdalih bahwa pelacakan data adalah "kebutuhan kontrak" untuk menampilkan iklan. Namun, para regulator menolak mentah-mentah alasan yang terkesan mengada-ada itu.

Hakim memperkirakan Meta meraup keuntungan setidaknya 5,3 miliar euro dari iklan selama lima tahun. Artinya, seluruh keuntungan itu dianggap sebagai hasil dari praktik ilegal.

Dikutip oleh Reuters, Meta akhirnya kembali menggunakan persetujuan pengguna pada Agustus 2023. Perubahan ini seakan menjadi pengakuan bahwa posisi hukum mereka sebelumnya memang lemah.

Putusan ini hanyalah salah satu dari serangkaian denda yang dihadapi Meta di Eropa. Kasus serupa juga sedang berjalan di Prancis. Badai regulasi di Eropa sepertinya belum akan reda bagi Meta.

Bukan hanya itu, dilansir oleh Reuters, pemerintah Spanyol juga sedang menyelidiki pelanggaran privasi lain, termasuk cara Meta melacak aktivitas pengguna Android. Model bisnis pengawasan Meta kini benar-benar sedang diuji.

Tahun lalu, Komisi Eropa juga mendenda Meta hampir 800 juta euro. Jika ditotal dengan kasus Spanyol, denda yang diterima dalam setahun terakhir mencapai angka yang sangat besar.

Kasus ini menyoroti tren penting: pemerintah kini menganggap pelanggaran privasi sebagai praktik monopoli. Intinya, keunggulan data yang diperoleh secara ilegal dianggap sebagai keunggulan kompetitif yang tidak adil.

Perjuangan ini bukan lagi hanya soal privasi, tapi juga tentang kerugian ekonomi yang dialami para pesaing. Denda ini bertujuan untuk memberikan kompensasi kepada media yang dirugikan oleh praktik Meta.

Meski Meta mengajukan banding, putusan pengadilan Spanyol ini menjadi peringatan keras dan mahal bagi semua perusahaan teknologi. Nah, menurut kalian, apakah denda sebesar ini cukup untuk membuat raksasa teknologi jera? (tmtiwow)

Editor : Toar Rotulung
#Meta #digital #hak #Privasi #juta Euro #pukulan #raksasa #kemenangan besar #SPANYOL #induk perusahaan #Triliun #denda #pengadilan #FACEBOOK #telak