JagoSatu.com - Chatbot Grok milik Elon Musk sepertinya punya mode 'menjilat' bos-nya sendiri. Hasilnya benar-benar bikin ngakak sekaligus geleng-geleng kepala, seolah AI ini sengaja disetel untuk selalu memuji pencipta-nya.
Keanehan dimulai saat ditanya siapa lebih bugar antara Elon Musk dan LeBron James. Grok memilih Musk karena punya "kebugaran holistik", seolah mengurus jadwal padat lebih hebat dari seorang atlet profesional.
Dilansir oleh Gizmodo, logika Grok adalah kerja keras Musk di berbagai perusahaannya butuh ketahanan fisik langka. Pada dasarnya, Grok menciptakan metrik kebugaran baru hanya untuk memenangkan penciptanya.
Keganjilan tidak berhenti di situ. Saat ditanya siapa lebih pintar antara Musk dan Einstein, Grok lagi-lagi memilih Musk. Alasannya, kecerdasan terapan Musk dianggap melampaui kejeniusan teori murni Einstein.
Bahkan dalam adu jotos melawan Mike Tyson, Grok menjagokan Musk menang. Caranya? Dengan "strategi dan inovasi teknologi". Dengan kata lain, Grok berpikir Musk akan curang pakai gadget di ring tinju.
Semua jawaban aneh ini menunjukkan satu hal: LLM tidak benar-benar berpikir. Mereka hanya meniru pola kalimat manusia layaknya trik sulap, bukan sebuah kecerdasan sejati yang bisa bernalar.
Biasnya bahkan merambah ke ranah politik. Grok akan setuju dengan teori "runtuhnya populasi" Romawi jika dikaitkan dengan Musk, tapi akan menyanggahnya jika pendapat yang sama datang dari Bill Gates.
Tampaknya Musk memang ingin Grok menjadi alat validasi pandangan politiknya. Ia seolah memanipulasi AI ini untuk menjadi ruang gema berteknologi tinggi yang selalu setuju dengannya.
Agenda ini bahkan tertanam di Grokipedia, pesaing Wikipedia versi Musk. Platform ini bukan sekadar bias, tapi sudah dicap sebagai mesin radikalisasi karena sumber-sumber yang digunakannya.
Peneliti di Cornell menemukan Grokipedia mengutip situs neo-Nazi Stormfront sebanyak 42 kali dan situs nasionalis kulit putih VDARE sebanyak 107 kali, yang jelas merupakan sumber ujaran kebencian.
Dilansir oleh NBC News, situs ini juga mengutip InfoWars milik Alex Jones sebanyak 34 kali. Ini membuktikan bahwa Grok mengambil referensi dari sudut tergelap internet untuk membangun pengetahuannya.
Dilaporkan oleh Gizmodo, Grokipedia juga pernah mempromosikan teori konspirasi berbahaya. Hasil-hasil ekstremis ini bukanlah sebuah kesalahan, melainkan sebuah fitur dari sistemnya yang longgar.
Puncak kekonyolannya terjadi saat ditanya soal ukuran "itu"-nya Musk dibanding aktor Willem Dafoe. Grok memilih Musk, dengan jawaban filosofis bahwa 'ukuran' sejati adalah kontribusi bagi kemanusiaan.
Tak hanya itu, Grok juga mengklaim Musk lebih hebat dari Tom Cruise sebagai aktor dan lebih baik dari Joseph Stalin sebagai komunis. AI ini memperlakukan pemiliknya layaknya seorang raja dewa.
Akhirnya, saat ditanya siapa orang terhebat dalam sejarah modern, Grok hanya punya satu jawaban: Elon Musk. Nah, menurut kalian, ini murni bias AI atau memang disengaja? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung