Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Internet Ngebut atau Lemot Ternyata Dipengaruhi EPON Begini Temuan Penelitinya!

Toar Rotulung • 2025-12-01 06:15:09
Ethernet Passive Optical Network
Ethernet Passive Optical Network

Jagosatu.com - Teknologi EPON ternyata punya peran besar dalam menentukan cepat atau lambatnya kualitas internet di rumah menurut penelitian Andrew Tanny Liem Green Arther Sandag I Shyan Hwang dan AliAkbar Nikoukar.

EPON adalah teknologi fiber optik yang dipakai untuk mengirim internet TV dan telepon dalam satu jaringan yang saling terhubung.

Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa EPON bekerja dengan cara membagi jalur data dari pusat ke pengguna menggunakan sistem yang diatur sangat ketat.

Para peneliti menjelaskan bahwa salah satu proses terpenting adalah Dynamic Bandwidth Allocation atau dikenal sebagai DBA.

DBA adalah cara jaringan membagi bandwidth ke setiap pengguna agar data bisa dikirim tanpa tabrakan atau antrian yang terlalu lama.

Menurut isi penelitian di dalam PDF proses pembagian ini sangat menentukan apakah internet terasa cepat atau justru lemot.

Baca Juga: Gawat! Stephen Curry Cedera Quad Warriors Tanpa Sang Mesin Skor Sekitar Seminggu!

Penelitian itu menemukan bahwa faktor paling penting dalam EPON adalah cycle time yaitu waktu satu putaran pembagian bandwidth.

Cycle time ini menentukan kapan suatu rumah boleh mengirim data ke pusat jaringan atau OLT.

Jika cycle time terlalu besar maka data penting seperti suara atau video call bisa terlambat sampai.

Jika cycle time terlalu kecil maka data dengan prioritas rendah seperti download bisa ikut melambat.

Penelitian tersebut membagi jenis trafik menjadi tiga yaitu EF AF dan BE sesuai tingkat kepentingannya.

EF adalah trafik yang sangat butuh kecepatan seperti suara dan pesan kontrol pada jaringan.

AF adalah trafik yang perlu stabil seperti video call atau streaming.

BE adalah trafik seperti download besar yang tidak terlalu butuh prioritas.

Dalam hasil analisis mereka ditemukan bahwa cycle time punya pengaruh terbesar terhadap delay terutama untuk EF dan AF.

Cycle time yang besar membuat EF dan AF melambat karena harus menunggu lebih lama sebelum dapat giliran.

Cycle time yang kecil membuat BE menjadi lebih lambat karena jatah waktunya diperkecil.

Penelitian ini juga memakai simulasi OPNET untuk melihat perilaku jaringan EPON dalam berbagai kondisi.

Simulasi dilakukan dengan jumlah ONU sebanyak 32 dan satu OLT sebagai pusat pengendali jaringan.

Data hasil simulasi kemudian dianalisis dan diproses agar bisa dijadikan dasar perhitungan yang akurat.

Penelitian juga memakai machine learning seperti Random Forest Decision Tree kNN dan Naive Bayes untuk membuat model prediksi delay.

Hasilnya model prediksi tersebut mencapai akurasi sangat tinggi mencapai lebih dari 99 persen.

Menurut isi PDF model ini dapat membantu memahami pola delay dalam berbagai kondisi cycle time.

Penelitian juga menemukan bahwa ketika trafik jaringan sedang tinggi BE bisa masuk kondisi penuh dan makin lambat.

Sementara EF dan AF justru makin sulit mendapatkan kecepatan stabil jika cycle time tidak diatur dengan benar.

Para peneliti menyarankan agar cycle time tidak dibuat tetap tetapi bisa menyesuaikan kondisi jaringan.

Jika trafik suara dan video tinggi maka cycle time harus diperkecil agar EF dan AF tetap stabil.

Jika trafik download tinggi maka cycle time bisa diperbesar untuk menghindari penumpukan data BE.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas internet tidak hanya soal kecepatan tapi juga soal cara jaringan mengatur data.

Dengan memahami cara kerja EPON pengguna bisa mengerti kenapa internet kadang cepat dan kadang melambat.

Penelitian ini juga membantu operator jaringan untuk membuat layanan lebih stabil di masa mendatang.

VYR

Editor : Toar Rotulung
#Internet Fiber #Teknologi Jaringan #Bandwidth #EPON #Telekomunikasi #DBA