JagoSatu.com - CEO Epic Games, Tim Sweeney, memberi peringatan keras bahwa tren AI akan segera menguras dompet kita. Menurutnya, ini adalah masalah besar yang dampaknya jauh lebih luas dari sekadar dunia PC gaming.
Peringatannya bukan tanpa dasar. Harga RAM DDR5 sudah naik tajam, beberapa bahkan mencapai 110% hanya dalam hitungan minggu. Kenaikan dua kali lipat dalam sebulan ini jelas bikin pusing para perakit PC.
Dilansir oleh Windows Central, Sweeney secara blak-blakan menyalahkan permintaan masif dari pusat data milik raksasa AI seperti OpenAI dan Google, yang menurutnya telah menyalip antrean untuk rebutan pasokan chip.
Lewat akun X-nya, Sweeney bahkan memberi prediksi suram: "Kenaikan harga RAM akan menjadi masalah nyata bagi gaming kelas atas selama beberapa tahun." Ini kabar buruk bagi yang berencana upgrade PC.
Nama-nama besar seperti OpenAI, Oracle, Microsoft, dan Amazon dilaporkan sedang memborong pasokan DRAM canggih dari produsen seperti Samsung dan SK Hynix untuk pusat data mereka.
Dikutip dari Windows Central, para pemain di industri AI ini punya daya beli tak terbatas berkat dukungan investasi raksasa. Perusahaan teknologi konsumen dengan margin tipis jelas tidak mampu bersaing.
Peringatan Sweeney ini relevan karena RAM sangat penting untuk semua perangkat, mulai dari laptop, ponsel, hingga konsol Xbox dan TV. Kelangkaan ini akan berdampak pada seluruh industri elektronik.
Menurut Sweeney, kenaikan harga ini hanyalah salah satu konsekuensi negatif dari tren AI, yang juga ia kaitkan dengan isu hilangnya pekerjaan, dampak lingkungan, hingga industri misinformasi yang masif.
Beberapa produsen dilaporkan sudah mengambil langkah antisipasi dengan menimbun stok RAM. Namun, ini hanyalah solusi sementara karena cadangan tersebut tidak akan bertahan selamanya.
Sweeney menegaskan, begitu stok cadangan ini habis, harga produk seperti Xbox, PlayStation, dan laptop bisa naik signifikan. Artinya, harga semua perangkat elektronik baru terancam naik.
Menurut Windows Central, kekacauan pasar inilah yang membuat harga perangkat baru seperti Steam Machine masih belum jelas. Biaya memori yang tidak menentu membuat semua serba tidak pasti.
Pasokan RAM dunia praktis hanya dikuasai oleh tiga raksasa: Samsung, SK Hynix, dan Micron. Mereka tentu akan memprioritaskan penawar tertinggi, yang saat ini adalah industri AI.
Dikutip dari Windows Central, Sweeney melihat demam AI ini sebagai ancaman serius bagi keterjangkauan harga teknologi, dan ia merasa industri AI secara fundamental merusak ekosistem teknologi yang lebih luas.
Lantas, siapa yang pertama kali merasakan dampaknya? Menurut logika Sweeney, mereka adalah orang-orang yang membeli RAM satuan untuk upgrade PC. Mereka harus berebut stok sisa dari para raksasa data.
Pada intinya, Sweeney benar: keterjangkauan harga RAM sedang di ujung tanduk karena prioritas industri bergeser ke AI. Nah, menurut kalian, separah apa dampak kenaikan harga ini nantinya? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung