Jagosatu.com - Dunia teknologi hari ini sedang heboh gara-gara dua kabar besar yang saling bertolak belakang tentang kecerdasan buatan.
Di satu sisi, perusahaan raksasa pembuat otak komputer bernama Nvidia baru saja memamerkan penemuan terbarunya yang sangat canggih.
Mereka resmi mengumumkan chip AI varian baru bernama "Blackwell Ultra" yang kemampuannya jauh di atas rata-rata.
Dilansir dari pengumuman resmi Nvidia, chip ini diklaim 40 persen lebih hemat listrik dibanding versi sebelumnya.
Kabar ini langsung disambut sorak sorai oleh para investor di pasar saham Wall Street Amerika Serikat pagi ini.
Chip AI itu ibarat mesin utama yang membuat komputer bisa berpikir dan belajar hal-hal baru dengan sangat cepat.
Baca Juga: AWS Bikin Heboh dengan Chip AI Trainium3 Gandeng NVIDIA untuk Bangun AI Factories Super Cepat!
Semakin canggih chipnya, semakin pintar aplikasi seperti ChatGPT atau asisten virtual yang biasa kita pakai.
Namun, di belahan bumi lain, para pejabat tinggi di Uni Eropa dan Amerika Serikat justru sedang mengerutkan dahi.
Menurut laporan dari Reuters, perwakilan kedua wilayah tersebut menggelar pertemuan darurat hari ini untuk membahas aturan main AI.
Mereka sangat khawatir dengan kemunculan jenis kecerdasan buatan baru yang disebut sebagai "Agentic AI".
"Agentic AI" adalah jenis robot pintar yang bisa bertindak sendiri alias otonom tanpa perlu disuruh-suruh terus oleh manusia.
Contoh sederhananya, AI ini bisa memesan tiket pesawat, membayar tagihan, atau bahkan main saham sendiri.
Kekhawatiran ini muncul setelah ada laporan bot AI yang tidak sengaja mengacaukan pasar saham karena transaksi otomatis.
Bayangkan kalau asisten digital di HP kamu tiba-tiba membelanjakan uang di rekeningmu karena dia pikir kamu butuh barang itu.
Itulah kenapa pemerintah dunia merasa perlu membuat "polisi" atau aturan ketat untuk mengawasi tingkah laku robot pintar ini.
Mereka tidak ingin teknologi yang seharusnya membantu manusia malah berbalik menjadi masalah yang merepotkan di masa depan.
Pertemuan ini bertujuan untuk membuat batasan yang jelas tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh AI otonom.
Kita sebagai pengguna teknologi tentu senang dengan kemajuan zaman, tapi keamanan data dan uang kita tetap nomor satu.
Semoga saja aturan baru nanti bisa menyeimbangkan antara kecanggihan teknologi dan rasa aman bagi penggunanya.
Jadi, kita bisa menikmati fitur canggih tanpa was-was dompet kita dibobol oleh robot yang terlalu rajin bekerja.
(J)
Editor : ALengkong