Jagosatu.com - Kabar gembira datang dari langit untuk kita semua yang sering kesal dengan sinyal HP yang timbul tenggelam saat pulang kampung.
Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, baru saja meluncurkan puluhan satelit internet canggih pada hari ini.
Mereka sukses menerbangkan 22 unit satelit Starlink jenis terbaru yang diberi nama "V3 Mini" ke orbit bumi menggunakan roket andalan mereka.
Peluncuran ini bukan sekadar menambah jumlah satelit biasa di angkasa, tapi membawa teknologi baru yang sangat dinanti-nanti banyak orang.
Satelit baru ini memiliki fitur canggih bernama Direct-to-Cell yang diprediksi bakal mengubah cara kita internetan selamanya.
Direct-to-Cell adalah teknologi yang memungkinkan sinyal internet dari satelit langsung ditangkap oleh HP biasa tanpa perlu alat tambahan apapun.
Baca Juga: AWS Bikin Heboh dengan Chip AI Trainium3 Gandeng NVIDIA untuk Bangun AI Factories Super Cepat!
Jadi, kamu tidak perlu lagi membeli piringan parabola mahal atau modem kotak putih Starlink yang harganya jutaan rupiah itu untuk menangkap sinyal.
Dilansir dari pembaruan resmi SpaceX di media sosial X, fokus utama peluncuran kali ini adalah untuk meningkatkan cakupan di wilayah ekuator termasuk Asia Tenggara.
Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar dengan banyak pegunungan dan hutan tentu menjadi target utama yang bakal sangat diuntungkan oleh teknologi ini.
Bayangkan warga di daerah pedalaman, pegunungan, atau pulau terluar yang selama ini susah sinyal kini bisa kirim pesan WhatsApp dengan lancar.
Selama ini, Starlink beroperasi di jalur Low Earth Orbit (LEO) atau orbit bumi rendah supaya internetnya kencang dan tidak lemot.
Karena jarak satelitnya cukup dekat dengan bumi, sinyalnya jadi lebih kuat dan responsif dibandingkan internet satelit konvensional zaman dulu.
Menurut pernyataan Elon Musk beberapa waktu lalu, tujuan utama teknologi ini adalah menghilangkan dead zones atau area mati sinyal di seluruh dunia.
Namun perlu diingat, kecepatan internet yang langsung masuk ke HP ini mungkin belum secepat kalau kita pakai WiFi serat optik di rumah.
Fungsi utamanya di tahap awal adalah untuk layanan kirim pesan teks, telepon suara, dan data internet ringan untuk keadaan darurat.
Ini akan sangat berguna jika terjadi bencana alam di mana menara BTS seluler di darat rusak atau mati listrik total.
Satelit di angkasa tentu tidak akan terpengaruh oleh gempa bumi, banjir, atau tanah longsor yang terjadi di daratan bawahnya.
Peluncuran roket Falcon 9 yang membawa satelit-satelit ini dilaporkan berjalan mulus dan bagian pendorong roketnya mendarat kembali dengan selamat.
Pemerintah Indonesia diharapkan bisa segera merespons teknologi ini dengan regulasi yang tepat agar bisa bekerja sama dengan operator seluler lokal.
Kita tentu tidak sabar menunggu masa di mana tulisan "No Signal" di pojok atas layar HP kita benar-benar hilang selamanya saat bepergian jauh.
Semoga teknologi canggih ini bisa segera dinikmati oleh masyarakat luas dengan harga yang tetap ramah di kantong rakyat kecil.
Kemajuan teknologi antariksa ini membuktikan bahwa langit bukan lagi batas untuk kita saling terhubung satu sama lain.
(J)
Editor : ALengkong