JagoSatu.com - Ada kabar panas dari dapur Samsung. Divisi Semikonduktor (DS) mereka kabarnya lagi galak banget sama saudara sendiri, divisi Mobile (MX), gara-gara rebutan jatah chip DRAM yang makin langka.
Kabar awalnya menyebut kalau divisi DS menolak kasih stok DRAM selama setahun penuh ke tim HP. Mereka justru memaksa tim Mobile buat negosiasi ulang tiap tiga bulan. Wah, pelit banget ya sama saudara sendiri?
Dikutip dari PCGamer, penolakan ini diduga kuat karena harga DRAM yang lagi meroket. Dengan negosiasi per kuartal, divisi DS bisa cuan lebih banyak dengan menaikkan harga terus-menerus tanpa peduli perasaan divisi sebelah.
Biang kerok sebenarnya di balik drama ini adalah tren AI. Samsung lagi sibuk restrukturisasi besar-besaran demi bikin produk "High Bandwidth Memory" (HBM) yang margin keuntungannya jauh lebih tebal daripada RAM biasa.
Pasar HP memang lagi biasa saja, tapi industri AI justru lagi banjir duit sampai ratusan miliar dolar. Samsung jelas nggak mau ketinggalan momen emas ini buat mengeruk keuntungan maksimal dari sektor tersebut.
Dilansir oleh PCGamer, fokus divisi DS ke AI ini bikin kebutuhan memori melonjak drastis melebihi kapasitas produksi. Lupakan dulu soal GPU, sekarang RAM adalah barang paling berharga dan langka di dunia teknologi.
Taktiknya jelas, divisi DS ogah terikat harga tetap selama 12 bulan. Mereka menilai membiarkan pintu terbuka buat naikin harga tiap tiga bulan jauh lebih masuk akal secara bisnis daripada berbaik hati ke rekan satu kantor.
Tapi, Samsung langsung membantah keras isu ini. Dikutip dari PCGamer, mereka bilang laporan ini "nggak berdasar" dan mengaku selalu komunikasi lancar dengan semua pelanggan global buat memenuhi kebutuhan pasar.
Perusahaan menegaskan nggak ada penolakan permintaan ke pelanggan tertentu. Ini terdengar seperti jawaban diplomatis khas korporat: "Tenang saja, ini cuma dua divisi yang lagi bersaing cari untung masing-masing secara sehat."
Walau dibantah, munculnya rumor ini membuktikan kalau stok DRAM memang lagi susah banget. Kalau pasarnya aman dan damai, nggak mungkin ada gosip sikut-sikutan internal yang seliar ini kan?
Intinya, ledakan tren AI adalah penyebab utama kekacauan ini. Nggak peduli buat server canggih atau HP di saku kita, harga memori jadi mahal banget di mana-mana karena rebutan stok.
Dikutip dari PCGamer, situasi ini mengingatkan kita kalau divisi perusahaan besar itu unik. Mereka jalan sendiri-sendiri sebagai pusat laba, di mana logika pasar seringkali mengalahkan loyalitas sesama tim internal.
Raksasa memori seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron kini memprioritaskan kontrak HBM yang super untung. Kalau kamu bukan perusahaan yang bikin pusat data AI, siap-siap saja dinomorduakan dalam antrean prioritas.
Buat kita konsumen biasa, siap-siap dompet terkuras. Harga DRAM bakal naik terus gara-gara kebutuhan server AI ini. HP baru atau rakitan PC DDR5 kalian berikutnya kemungkinan besar bakal menguras tabungan.
Entah mereka beneran ribut atau nggak, kenaikan harga komponen itu nyata adanya. Nah, kalian jadi was-was nggak sih mau rakit PC atau beli HP baru di tengah kondisi begini? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung