JAGOSATU.COM - Isuzu Indonesia telah mengonfirmasi bahwa kendaraan ikonik mereka, Isuzu Panther, telah berhenti diproduksi. Namun, bagi para pemilik Panther, berita baiknya adalah bahwa PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) berkomitmen untuk tetap menyediakan suku cadang kendaraan tersebut selama minimal 15 tahun ke depan.
Presiden Direktur Isuzu Indonesia, Yusak Kristian Solaeman, menegaskan ketersediaan spare part Panther dalam sebuah pernyataan pada Rabu (25/10). Ini sesuai dengan regulasi yang mengharuskan suku cadang kendaraan tersedia setidaknya 15 tahun setelah produksi. Yusak menyatakan, "Spare part Panther masih terus disupport."
Panther generasi terakhir diproduksi pada tahun 2021, sehingga pemilik Panther memiliki kepastian bahwa suku cadangnya akan tersedia hingga tahun 2036. Meskipun begitu, Yusak juga mencatat bahwa jika permintaan tetap tinggi, penyediaan suku cadang Panther bisa diteruskan.
Lebih lanjut, Yusak menjelaskan bahwa saat ini Isuzu Indonesia tidak memiliki rencana untuk menghidupkan kembali produksi Panther. Hal ini disebabkan oleh fokus Isuzu pada penyediaan kendaraan komersial yang tangguh. Terutama, pasar kendaraan niaga di Indonesia sedang mengalami pertumbuhan yang positif.
Yusak menjelaskan, "Itu yang akan kami kejar. DNA Isuzu adalah komersial, dan kami akan fokus di sana." Sebagai informasi, Isuzu telah lama menjadi pemain utama dalam industri otomotif di Jepang sejak tahun 1937 dan telah menjadi pengembang mesin diesel terkemuka untuk kendaraan komersial dan penumpang di seluruh dunia.
Keputusan Isuzu untuk fokus pada pasar kendaraan niaga sejalan dengan pencapaian positif yang telah dicapai. Pada tahun 2022, Isuzu Indonesia mencatat penjualan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Sejak pertama kali beroperasi di Indonesia pada tahun 1974, IAMI berhasil menjual 33.715 unit kendaraan pada tahun 2022.
Yusak menjelaskan bahwa perlu ada fokus khusus pada kendaraan niaga karena pasar ini berbeda dengan pasar mobil pribadi. Jika kendaraan pribadi rusak, pemiliknya masih dapat menggunakan taksi atau moda transportasi lainnya. Namun, hal ini tidak berlaku untuk kendaraan niaga. Kehilangan waktu operasional kendaraan niaga dapat menyebabkan kerugian bagi pemilik usaha.
"Itulah mengapa IAMI terus memperkuat layanan purna jualnya melalui unit Bengkel Isuzu Berjalan (BIB), lebih dari 1.700 partshop, dan 73 Bengkel Mitra Isuzu (BMI). Isuzu telah memfokuskan diri pada kendaraan niaga sejak tahun 2008."
Isuzu Panther: MPV Diesel Legendaris yang Bertahan 30 Tahun
Isuzu Panther adalah salah satu MPV diesel yang sangat populer di Indonesia. Pertama kali diperkenalkan pada tahun 1991, kendaraan ini terus diproduksi hingga awal tahun 2021. Selama tiga dekade tersebut, Isuzu Panther melalui empat generasi dengan berbagai perubahan dan peningkatan. Penting untuk dicatat bahwa Panther adalah produksi asli Isuzu Indonesia untuk pasar dalam negeri.
Generasi pertama Isuzu Panther (1991-1996) merupakan hasil kerjasama antara Isuzu dan perusahaan karoseri lokal. Kendaraan ini dilengkapi dengan mesin diesel C233 berkapasitas 2.238 cc dengan sistem injeksi tidak langsung yang menghasilkan tenaga sebesar 72 daya kuda dan torsi 140 Nm. Beberapa model terkenal dari generasi ini termasuk Bravo, Miyabi, Sparta, dan Golden.
Generasi kedua Isuzu Panther (1996-2000) mengalami perubahan pada mesinnya. Kapasitas mesin ditingkatkan menjadi 2.500 cc dengan kode 4JA1 dan sistem injeksi langsung yang lebih efisien dan bertenaga. Mesin ini menghasilkan tenaga 78,9 daya kuda dan torsi 170 Nm. Beberapa varian terkenal pada generasi ini termasuk Royal, Grand Royal, Sporty, Hi-Sporty, dan Hi-Grade.
Generasi ketiga Isuzu Panther (2000-2005) dikenal sebagai Panther Kapsul karena desain bodinya yang lebih aerodinamis. Model ini menjadi yang pertama di kelasnya yang menawarkan mesin diesel turbo untuk varian Touring, yang merupakan varian tertinggi. Mesin turbo ini memiliki tenaga yang sama dengan mesin non-turbo, tetapi torsi yang lebih besar, yakni 192 Nm.
Generasi keempat Isuzu Panther (2005-2021) adalah generasi terakhir dari MPV diesel legendaris ini. Kendaraan ini mengalami beberapa perubahan pada desain eksterior dan interior, serta dilengkapi dengan berbagai fitur keselamatan dan kenyamanan. Mesinnya tetap menggunakan mesin diesel turbo 2.500 cc dengan transmisi manual atau otomatis. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey