JagoSatu.com - Ada berita menarik yang muncul dari persidangan antimonopoli Google pekan ini! Kabarnya, salah seorang eksekutif dari OpenAI melontarkan pernyataan yang cukup berani. Mereka menyebutkan bahwa jika ada kesempatan, OpenAI akan tertarik untuk mengakuisisi peramban web Google Chrome. Pernyataan ini cukup mengejutkan, mengingat Chrome adalah salah satu peramban paling populer di dunia.
Menurut laporan dari TechCrunch, Chief of ChatGPT di OpenAI, Nick Turley, memberikan kesaksian di persidangan pada hari Selasa lalu sebagai bagian dari gugatan Departemen Kehakiman terhadap Google. Persidangan ini bertujuan untuk menentukan langkah apa yang harus diambil Google setelah hakim memutuskan mereka memonopoli pasar pencarian online. DOJ bahkan meminta pengadilan untuk berpotensi memaksa Google menjual Chrome sebagai salah satu bentuk pemulihan persaingan. Turley dilaporkan menyampaikan di pengadilan bahwa mengakuisisi Chrome akan memungkinkan OpenAI untuk "'menawarkan pengalaman yang benar-benar luar biasa'" dan "'memperkenalkan pengguna pada seperti apa [peramban] yang mengutamakan AI.'" Jadi, ketertarikan mereka bukan tanpa alasan, OpenAI punya visi untuk peramban yang terintegrasi AI.
Perlu diketahui, gagasan OpenAI untuk masuk ke bisnis peramban sebenarnya bukan hal yang baru sama sekali. Beberapa laporan sebelumnya mengindikasikan bahwa OpenAI sudah mempertimbangkan untuk mengembangkan peramban web mereka sendiri guna menyaingi Chrome. Mereka bahkan dilaporkan telah merekrut beberapa mantan pengembang Google yang pernah terlibat dalam proyek awal Chrome beberapa bulan yang lalu. Jelas, mereka sudah memikirkan area ini sejak beberapa waktu.
Seperti yang dilaporkan oleh TechCrunch, kesaksian Turley disampaikan dalam sesi persidangan yang secara spesifik membahas tindakan pemulihan yang harus diberlakukan setelah Google dinyatakan bertanggung jawab atas praktik monopoli di pasar pencarian online. Fakta bahwa perusahaan pesaing utama di bidang AI secara terbuka menyatakan di depan pengadilan bahwa mereka tertarik untuk membeli Chrome, seandainya peramban tersebut dilepaskan, merupakan perkembangan yang cukup signifikan dalam saga antimonopoli ini. Ini menambah babak baru dalam persaingan yang sudah kompleks terkait dominasi Google.
Membayangkan seperti apa peramban "yang mengutamakan AI" dari OpenAI tentu menarik. Peramban semacam itu berpotensi mengintegrasikan fitur-fitur berbasis AI secara langsung ke dalam pengalaman berselancar di internet dengan cara yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Meskipun saat ini Chrome tidak secara resmi dijual, pernyataan publik dari eksekutif senior OpenAI ini menunjukkan betapa ambisiusnya perusahaan tersebut dan seberapa jauh pemikiran mereka dalam mengintegrasikan AI ke dalam alat-alat dasar yang kita gunakan sehari-hari untuk mengakses internet. Ini adalah visi yang berani, namun apakah akan terwujud atau tidak, masih perlu kita lihat. Bagaimana pendapat kalian tentang ide OpenAI yang ingin membeli Chrome ini? Menurut kalian, seperti apa peramban yang mengutamakan AI itu nanti? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung