Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Dari Raja ke Pecundang? PHK Massal Jadi Bukti Nyata Intel Tak Mampu Bersaing di Pasar Chip Modern!

Toar Rotulung • 2025-07-14 09:29:24
CEO Baru Intel Lip-Bu Tan
CEO Baru Intel Lip-Bu Tan

JagoSatu.com - Wah, Intel tampaknya sedang menghadapi masalah besar, dan pengakuan ini datang langsung dari puncaknya. CEO baru, Lip-Bu Tan, dilaporkan membocorkan informasi mengejutkan dalam sesi tanya jawab internal: 'sudah terlambat' bagi Intel untuk mengejar ketertinggalan dalam persaingan pelatihan AI, dan mereka bahkan telah keluar dari '10 perusahaan semikonduktor teratas.' Ini adalah penilaian yang brutal sekaligus jujur, melukiskan gambaran suram bagi raksasa silikon yang dulunya tak tertandingi itu.

Menurut Tom's Hardware, mengutip OregonTech, Tan menyampaikan kepada para karyawan di seluruh dunia bahwa 'Dua puluh, 30 tahun yang lalu, kami benar-benar pemimpin. Sekarang saya pikir dunia telah berubah. Kami tidak lagi termasuk dalam 10 perusahaan semikonduktor teratas.' Ini berbanding terbalik dengan era di mana Intel praktis memonopoli CPU, bahkan pernah mempertimbangkan membeli NVIDIA hanya dengan $20 miliar (padahal kini NVIDIA bernilai $4 triliun, lho!). Ini adalah pengingat telak betapa cepatnya lanskap teknologi bisa berubah ketika sebuah perusahaan terlena.

Perjuangan Intel datang dari berbagai sisi. Upaya memodernisasi x86 dengan big.LITTLE belum berhasil maksimal, chip Arrow Lake mereka nyaris tak bisa bersaing dengan AMD, dan GPU Arc mereka hadir terlambat serta belum matang. Jangan lupa, AMD kini menguasai pasar konsol (Steam Deck, Rog Ally X, Xbox Series, PlayStation 5). Tapi, kendala terbesarnya? Pabrik pengecoran Intel sendiri justru jadi beban, sampai-sampai mereka harus mengalihdayakan sebagian besar manufaktur CPU-nya ke TSMC. Ini adalah kasus klasik stagnasi internal yang menghambat daya saing mereka; kebanggaan 'fab-first' ternyata dibayar mahal.

Kondisi buruk ini berujung pada ribuan PHK global, karena Intel berupaya memangkas biaya R&D yang membengkak dan bangkit dari kerugian $16 miliar pada Q3 tahun lalu, seperti dikutip Tom's Hardware. Tan mengakui kebangkitan mereka adalah 'maraton' dan Intel perlu 'rendah hati' serta beradaptasi lebih cepat, layaknya AMD dan NVIDIA. Memang terdengar seperti perusahaan yang mati-matian bertransformasi, namun mengurangi 'bobot' dan mengubah budaya butuh waktu, sementara persaingan terus melaju kencang.

Soal AI, Tan blak-blakan menyatakan, 'Soal pelatihan, saya rasa sudah terlambat bagi kami.' Alih-alih mengejar, Intel berencana mengalihkan fokus AI-nya ke 'AI edge' (pemrosesan langsung di perangkat) dan sistem 'AI agen'. Ia mengisyaratkan perekrutan tingkat tinggi untuk mewujudkan ini. Pergeseran strategi ini menarik, secara efektif 'menyerahkan' medan perang AI data center kepada NVIDIA dan mencari arena baru. Pendekatan ini realistis, namun ironis mendengar CEO Intel mengakui kekalahan di pasar sekrusial dan sepesat ini.

Bagaimana menurut kalian, mampukah Intel bangkit dari keterpurukan ini? Apakah strategi 'AI edge' akan menjadi penyelamat mereka, atau ini hanya tanda-tanda awal kemunduran lebih lanjut? (tmtiwow)

Editor : Toar Rotulung
#intel #besar #perusahaan semikonduktor #persaingan #lip #TAN #BU #Sudah #Terlambat #masalah #Pelatihan AI #ceo #Teratas #menghadapi