Jagosatu.com - Amerika Serikat kini mempercepat pengembangan reaktor nuklir generasi lanjut dengan percepatan regulasi oleh NRC.
NRC (Nuclear Regulatory Commission) sedang meninjau enam desain reaktor lanjutan, termasuk Small Modular Reactors (SMR) dan mikroreaktor.
Reaktor modular ini dirancang agar lebih kecil dan bisa diproduksi di pabrik, kemudian dirakit di lokasi, mengurangi biaya dan waktu pembangunan.
Presiden AS mengeluarkan perintah eksekutif pada 23 Mei 2025, menetapkan target 18 bulan untuk lisensi reaktor baru.
NRC juga diarahkan untuk tidak mengulang evaluasi desain yang sudah disetujui DOE atau militer, kecuali ada isu baru.
Langkah ini dianggap mempercepat pembangunan dan deployment reaktor canggih seperti Natrium, Hermes, dan NuScale US460.
Program pilot DOE menargetkan tiga reaktor advanced mencapai kritikalitas sebelum 4 Juli 2026.
Salah satu desain yang disetujui SDA adalah NuScale US460, reaktor modular berbasis air ringan, berkapasitas 77 MWe per modul.
Lebih lanjut, NRC juga memberikan evaluasi keselamatan untuk multimerek seperti Kairos Power dan Nano Nuclear Kronos MMR.
Regulasi baru, 10 CFR Part 53, sedang disusun untuk mendukung lisensi teknologi non‑light‑water reactor.
ADVANCE Act 2024 mendorong implementasi fast‑track untuk SMR dan mikroreaktor dalam 18 bulan.
Beberapa proyek notable termasuk Hermes (fluoride salt)… pondasi pertamanya dicor pada Mei 2025.
SMR NuScale US460 bahkan selesai evaluasi dua bulan lebih cepat dari jadwal di Mei 2025 .
Teknologi reaktor generasi berikutnya mencakup konsep Gen IV seperti cairan logam, garam, gas, dan air ringan modular .
Pendukung seperti TerraPower dengan Natrium dan GEH dengan BWRX‑300 juga sedang menyiapkan lisensi dan pendanaan.
Namun, para kritikus mengingatkan soal potensi risiko keselamatan jika regulasi dipercepat tanpa bukti operasional nyata .
Union of Concerned Scientists menyebut percepatan ini bisa mengorbankan protokol keamanan penting .
Selain itu, kekurangan staf di NRC akibat pemecatan dan restrukturisasi bisa memperlambat proses sertifikasi .
Dukungan ekonomi datang dari tax credit lewat IRA, plus pendanaan DOE lewat ARDP senilai miliaran dolar.
Tech‑giants seperti Microsoft dan Amazon menaruh minat karena kebutuhan listrik untuk data center dan AI terus meningkat.
Di New York, rencana reaktor gigawatt pertama sejak lama muncul, menggunakan teknologi mutakhir yang didukung biaya dan politik .
Sementara di Texas, ada rencana kampus energi nuklir skala besar untuk AI dengan 4×1 GW reaktor AP1000 .
Secara keseluruhan, AS memang tengah menjajaki energi nuklir generasi lanjut secara cepat, tetapi pertanyaan soal keamanan dan bukti nyata tetap perlu dijawab.
(db)
Editor : Toar Rotulung