Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Budaya Kerja Unik di Balik ChatGPT: Mantan Insinyur Beberkan Rahasianya!

ALengkong • 2025-07-17 06:00:00

OpenAI mirip Meta di awal: gerak cepat & rekrut talenta top! Terungkap: Sam Altman sangat teliti soal balasan pesan.
OpenAI mirip Meta di awal: gerak cepat & rekrut talenta top! Terungkap: Sam Altman sangat teliti soal balasan pesan.

Jagosatu.com - Seorang mantan insinyur OpenAI, Calvin French-Owen, baru-baru ini mengungkap kebiasaan komunikasi yang tidak biasa di balik layar perusahaan pembuat ChatGPT tersebut. Menurutnya, email nyaris tidak digunakan sebagai alat komunikasi internal.

French-Owen, yang bekerja di OpenAI dari Mei 2024 hingga Juni 2025, membagikan pengalamannya melalui sebuah unggahan di blog pribadinya.

Ia menyatakan bahwa "segalanya, dan maksud saya segalanya, berjalan di Slack."

"Tidak ada email. Saya mungkin hanya menerima sekitar 10 email selama saya di sana," tulisnya, menekankan betapa jarangnya penggunaan email.

Lulusan MIT ini menjelaskan alasannya berbagi pengalaman. Ia merasa ada banyak "asap dan kebisingan" seputar apa yang dilakukan OpenAI, tetapi sedikit laporan langsung tentang budaya kerja di sana.

Meskipun penggunaan Slack yang dominan ini bisa "sangat mengganggu," French-Owen menambahkan bahwa praktik ini "cukup bisa diterapkan" jika staf mengelola channel dan notifikasi mereka dengan baik.

Perpindahan dari email ke platform pesan instan seperti Slack menunjukkan pendekatan modern dalam komunikasi perusahaan, terutama di lingkungan teknologi yang bergerak cepat.

CEO OpenAI, Sam Altman, sendiri dikenal sangat teliti dalam hal email dan pesan.

Pada September 2023, majalah New York Magazine menerbitkan profil tentang Altman. Penulisnya, Elizabeth Weil, menyebutkan bahwa Altman akan melacak seberapa cepat para founder membalas email dan pesan teksnya saat ia menjadi presiden Y Combinator.

Dalam _blog post_nya, French-Owen juga menyoroti adanya "jalur signifikan Meta → OpenAI" dalam hal staf engineering.

"Dalam banyak hal, OpenAI menyerupai Meta di awal kemunculannya: aplikasi konsumen blockbuster, infrastruktur yang baru berkembang, dan keinginan untuk bergerak sangat cepat," tulisnya.

Pernyataan ini menggarisbawahi persaingan ketat di industri AI, di mana talenta-talenta terbaik saling berebut.

Mark Zuckerberg, co-founder dan CEO Meta, dikabarkan menawarkan paket gaji fantastis untuk membajak karyawan OpenAI.

Tim superintelligence baru Meta kini mencakup peneliti dari OpenAI, Google, dan Anthropic.

Baca Juga: OpenAI Kembali Pimpin! GPT-4o Taklukkan Google Gemini di Dunia Chatbot

Altman sendiri dalam sebuah wawancara podcast bulan lalu sempat menyebut bonus rekrutmen Meta sebesar $100 juta sebagai hal yang "gila."

Pernyataan ini menunjukkan betapa tingginya nilai talenta di bidang kecerdasan buatan dan seberapa jauh perusahaan-perusahaan bersedia mengeluarkan uang untuk mendapatkannya.

Baik French-Owen maupun OpenAI belum menanggapi permintaan komentar dari Business Insider terkait blog post ini.(chK)

Editor : ALengkong
#Kecerdasan Buatan #ChatGPT #openai #Teknologi