JagoSatu.com - Sebuah gebrakan baru yang berpotensi mengguncang Hollywood hingga ke fondasinya telah tiba. Startup peraih penghargaan Emmy, Fable Studio, yang kini didukung oleh pendanaan dari raksasa Amazon, akan meluncurkan platform streaming bernama Showrunner. Idenya terdengar radikal sekaligus mengerikan: pengguna bisa membayar untuk menciptakan acara TV animasi mereka sendiri menggunakan AI, bahkan mengacak-acak karya yang sudah ada. Alih-alih menjadi revolusi kreatif, ini lebih terdengar seperti resep untuk bencana, yaitu gelombang besar "sampah AI" yang berpotensi membanjiri internet dengan konten instan tanpa jiwa.
Fable mengemas platform ini sebagai "model yang mengutamakan kreator," menjanjikan bagi hasil 40% jika karya buatan pengguna dikembangkan lebih lanjut oleh orang lain. Namun, jangan terkecoh. Tujuan utamanya adalah merayu studio-studio raksasa seperti Disney untuk menaruh kekayaan intelektual (IP) mereka di platform ini. Seperti yang dilaporkan oleh Business Insider, Fable merayu studio dengan iming-iming bahwa mereka akan mendapat bagian dari uang yang dibayarkan pengguna untuk "bermain dengan IP mereka." Sulit membayangkan perusahaan sekelas Disney akan rela menyerahkan karakter ikonik mereka untuk diolah menjadi konten aneh dan tidak bermutu oleh publik. Ini terasa seperti bom waktu gugatan hukum yang siap meledak.
Untuk menunjukkan kemampuannya, platform ini bahkan sedang memproduksi acara orisinalnya sendiri, seperti "Exit Valley," sebuah komedi satir bergaya "Family Guy" yang mengejek para petinggi di dunia teknologi AI. CEO Fable, Edward Saatchi, bersikeras bahwa pendekatan ini akan menciptakan lapangan kerja baru. Namun, model bagi hasil ini juga bisa dilihat sebagai cara cerdik untuk membuat pengguna menghasilkan konten secara gratis bagi platform, sementara mereka tetap harus membayar biaya berlangganan. Ini lebih terasa seperti skema baru untuk memonetisasi perhatian pengguna daripada sebuah inisiatif tulus untuk para kreator.
Fable bukanlah pemain baru dalam menciptakan kontroversi. Mereka sebelumnya pernah membuat heboh dengan versi deepfake dari serial "South Park" pada tahun 2023, yang menyulut perdebatan panas di tengah aksi mogok kerja Hollywood. Seperti dikutip oleh Business Insider, platform Showrunner menggunakan perpaduan teknologi canggih dari "model bahasa besar, model difusi, dan lainnya" untuk menghasilkan konten episodik. Semua ini mengarah pada satu masa depan suram: sebuah era di mana kreativitas telah menjadi komoditas, dan kuantitas akan selalu mengalahkan kualitas. Nilai animator dan penulis terampil terancam hancur oleh konten murahan buatan AI.
Dengan ambisi besar untuk menjadi "Netflix-nya AI," Fable yakin para pengguna akan antusias membagikan kreasi mereka, yang pada akhirnya akan mendongkrak popularitas IP milik studio. Namun, mari kita jujur, popularitas yang tercipta kemungkinan besar adalah campuran dari rasa kaget dan ejekan terhadap keanehan animasi buatan AI. Meskipun konsep membuat acara sendiri terdengar keren, kenyataan pahitnya adalah kita mungkin sedang di ambang era yang dipenuhi "sampah AI" berkualitas rendah yang justru akan menurunkan nilai semua konten, baik yang dibuat oleh manusia maupun mesin.
Menurut kalian, apakah ini akhir dari kreativitas sejati dan awal dari banjir sinetron AI tanpa akhir? Ataukah ini hanyalah sebuah inovasi yang disalahpahami? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung