Kolaborasi ini diumumkan pada ajang VMware Explore 2025 dan langsung menarik perhatian industri cloud global.
VMware Cloud Foundation (VCF) kini mendapatkan suntikan teknologi AI terbaru dari NVIDIA.
Menurut Broadcom, integrasi ini menjadikan VCF sebagai platform AI-native pertama untuk private cloud.
Teknologi AI-native artinya sistem cloud sudah bawaan mendukung pengolahan AI tanpa harus banyak konfigurasi tambahan.
GPU terbaru NVIDIA Blackwell resmi didukung penuh di VMware Cloud Foundation.
GPU Blackwell dikenal sebagai chip grafis super kencang untuk melatih dan menjalankan model AI besar.
Selain GPU, teknologi jaringan canggih NVIDIA seperti ConnectX-7 NICs dan BlueField-3 DPUs ikut ditanamkan.
Menurut Broadcom, jaringan ini akan mempercepat komunikasi data antar server sehingga AI bisa bekerja lebih cepat.
Fitur-fitur klasik VCF seperti vMotion dan High Availability tetap dipertahankan meski ada tambahan AI.
vMotion sendiri adalah teknologi yang bisa memindahkan server virtual tanpa gangguan.
High Availability menjamin aplikasi tetap berjalan walau ada gangguan di server tertentu.
Integrasi ini membuat perusahaan bisa menjalankan aplikasi AI dengan lancar di private cloud mereka.
Menurut GlobeNewswire, Broadcom juga membuka dukungan multi-accelerator yang bisa memakai GPU dari vendor lain.
Artinya pengguna tidak hanya terbatas pada NVIDIA saja, tapi tetap bisa fleksibel memilih hardware.
VMware juga memperkenalkan fitur Private AI Services untuk memudahkan developer mengelola model AI.
Fitur ini memungkinkan perusahaan berbagi model AI antar tim dengan aman dan terkontrol.
Menurut VMware Blogs, layanan ini juga sudah mendukung direct-path I/O untuk GPU, yang bikin performa makin kencang.
Direct-path I/O adalah fitur untuk menghubungkan GPU langsung ke VM tanpa lewat software perantara.
Selain itu, NVIDIA juga membawa teknologi NVSwitch dan HGX integration untuk mendukung skala besar.
Dengan kombinasi itu, perusahaan bisa melatih AI besar seperti model bahasa atau visi komputer dengan stabil.
Menurut QuiverQuant, langkah ini membuat VMware Cloud Foundation siap bersaing dengan platform cloud publik besar.
Google Cloud, AWS, dan Microsoft Azure tentu harus waspada dengan inovasi dari Broadcom dan NVIDIA ini.
Broadcom menyebut langkah ini adalah upaya menjadikan cloud pribadi sama powerful dengan cloud publik.
Hal ini penting untuk perusahaan yang butuh keamanan data tinggi tapi ingin tetap punya performa AI.
Menurut AInvest, strategi ini juga memperlihatkan ambisi Broadcom dalam merajai pasar hybrid cloud.
Hybrid cloud adalah gabungan penggunaan cloud publik dan private cloud dalam satu ekosistem.
NVIDIA sendiri mendapatkan keuntungan besar karena semakin banyak perusahaan memakai GPU mereka.
Dengan kolaborasi ini, jelas para kompetitor akan semakin sulit menandingi kombinasi Broadcom dan NVIDIA.
Industri cloud kini menunggu dampak nyata dari kolaborasi ini terhadap pelanggan enterprise.
Namun satu hal pasti, VMware Cloud Foundation sudah resmi naik kelas menjadi pusat AI generasi baru.
Kolaborasi ini bisa menjadi mimpi buruk bagi pesaing yang tidak siap masuk ke dunia AI-native cloud.
vyr
Editor : Toar Rotulung