Jagosatu.com - Sebuah startup asal Swedia bernama Lovable sedang jadi pusat perhatian dunia karena pertumbuhannya yang luar biasa cepat.
Startup ini baru berdiri selama delapan bulan, tapi sudah dinilai punya nilai perusahaan sebesar Rp65 triliun atau sekitar US$4 miliar.
Lovable berhasil mencapai pendapatan tahunan berulang (Annual Recurring Revenue / ARR) sebesar US$100 juta hanya dalam waktu kurang dari setahun.
Menurut TechCrunch, angka tersebut termasuk yang tercepat dalam sejarah perusahaan software manapun di dunia.
Lovable menawarkan teknologi yang disebut vibe coding, yaitu cara membuat aplikasi cukup dengan mengetik perintah menggunakan bahasa sehari-hari.
Jadi, orang tanpa kemampuan coding pun bisa membuat aplikasi canggih seperti toko online, sistem booking, atau dashboard data.
Karena itulah, Lovable banyak digunakan oleh pelaku bisnis kecil, guru, desainer, dan bahkan pelajar yang ingin bikin aplikasi dengan cepat.
Lebih dari 10 juta proyek digital telah dibuat menggunakan platform ini, menurut laporan EU-Startups.
Salah satu alasan Lovable jadi incaran investor adalah karena pendekatannya sangat inklusif dan memberdayakan siapa saja untuk berinovasi.
Lovable juga sudah mendapat dukungan awal dari pendiri perusahaan besar seperti Slack, Klarna, dan Revolut.
Baca Juga: Nasib Hak Cipta di Era AI: Pelajaran dari Kasus Penulis vs Anthropic
Meski perusahaan ini tak sedang menggalang dana baru, para investor justru mengantri untuk bisa ikut menanam modal.
Menurut Financial Times, Lovable telah menerima banyak tawaran investasi dengan valuasi hingga US$4 miliar.
Artinya, dalam waktu sangat singkat, nilainya lebih dari dua kali lipat dibanding valuasi sebelumnya yang "hanya" US$1,8 miliar.
Menariknya, Lovable belum menyatakan akan menerima tawaran-tawaran itu, karena mereka merasa belum membutuhkannya saat ini.
Namun, menurut analis, keputusan itu justru membuat para investor makin penasaran dan tertarik untuk ikut serta.
Lovable memang menghadapi tantangan, terutama dari sisi biaya operasional yang tinggi akibat penggunaan teknologi AI dari perusahaan besar.
Mereka menggunakan model bahasa dari perusahaan seperti OpenAI, Anthropic, dan Google, yang biaya pemrosesannya tidak murah.
Tetapi dengan pertumbuhan pengguna yang sangat cepat, Lovable dianggap sudah punya fondasi bisnis yang sangat kuat.
Banyak ahli percaya bahwa Lovable bisa jadi simbol baru era AI, di mana kreativitas bukan lagi milik mereka yang bisa coding saja.
Inilah bukti bahwa ide hebat bisa datang dari siapa saja—dan bisa diwujudkan hanya dengan bahasa manusia. (KT)
Editor : ALengkong