Jagosatu.com – Notion baru saja mengumumkan versi terbarunya, Notion 3.0, yang membawa fitur AI super canggih bernama Agents.
Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna menyelesaikan berbagai tugas otomatis seperti menganalisis data dan membuat laporan.
Notion Agents bisa bekerja selama 20 menit nonstop untuk menyelesaikan tugas-tugas kompleks yang biasanya dikerjakan manusia.
Fitur ini memungkinkan AI membaca, memahami, dan memodifikasi banyak halaman serta database di workspace pengguna.
Menurut TechCrunch, agen ini bisa menarik data dari sumber lain seperti Slack, Google Drive, dan email untuk memperkaya hasil kerjanya.
Artinya, AI ini bukan cuma bekerja di dalam Notion, tapi juga bisa memahami konteks dari luar platform.
Yang menarik, pengguna bisa mengatur kepribadian dan gaya kerja AI mereka lewat fitur profil agent.
Profil ini memungkinkan pengguna menentukan gaya penulisan, jenis referensi, hingga bentuk hasil akhirnya.
Baca Juga: Nvidia Diusir dari China! Huawei Balas Dendam dengan Chip AI Monster Baru!
Fitur ini membuat hasil kerja AI jadi lebih sesuai dengan gaya dan kebutuhan setiap pengguna.
Bukan cuma pintar, AI Agents juga punya ingatan alias memori jangka panjang yang bisa disesuaikan dan diedit kapan saja.
Jadi, semakin sering dipakai, semakin pintar dan personal juga si AI ini dalam membantu pekerjaan.
FastCompany menyebut ini sebagai evolusi AI yang mulai bergerak dari sekadar asisten menjadi eksekutor.
Saat ini, setiap pengguna hanya bisa mengaktifkan satu agen pribadi yang dipicu secara manual.
Tapi menurut Notion, mereka sedang menyiapkan fitur custom agents yang bisa bekerja otomatis berdasarkan jadwal atau trigger tertentu.
Artinya, ke depan AI ini bisa jalan sendiri tanpa harus disuruh terus-menerus.
Fitur ini akan sangat berguna bagi tim atau perusahaan yang mengelola banyak proyek dan data setiap hari.
Menurut Reworked.co, AI ini bisa digunakan untuk membuat laporan kompetitor, analisis feedback, bahkan membuat isi dokumen baru.
Notion juga menambahkan sistem izin terbaru berupa row-level permissions, agar pengguna bisa mengatur siapa saja yang boleh mengakses bagian tertentu dari data.
Dengan fitur ini, keamanan data tetap terjaga meskipun AI mengakses dan mengolah banyak informasi sekaligus.
Bagi banyak orang, fitur ini mulai menggeser peran pekerjaan manual seperti input data, riset, dan bahkan penulisan awal dokumen.
Meski belum sempurna, kemampuan Agents membuat banyak orang menyebutnya sebagai "pengganti karyawan digital."
Bukan berarti manusia tidak dibutuhkan, tapi AI kini bisa jadi rekan kerja digital yang efisien dan bisa diandalkan.
(KT)
Editor : ALengkong