Jagosatu.com - Musik sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Selain hiburan, musik ternyata juga berhubungan dengan kecerdasan emosi seseorang.
Kecerdasan emosi adalah kemampuan mengenali, mengelola emosi diri, serta memahami emosi orang lain.
Penelitian di Universitas Klabat meneliti kaitan antara musik dengan kecerdasan emosi mahasiswa profesi ners.
Sebagian besar mahasiswa ternyata menyukai genre musik unpretentious, seperti pop, country, dan religious.
Rata-rata mahasiswa memiliki tingkat kecerdasan emosional kategori sedang.
Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada perbedaan besar kecerdasan emosi berdasarkan preferensi musik.
Namun, ada hubungan positif yang signifikan antara genre musik sophisticated dengan kecerdasan emosi.
Musik sophisticated termasuk jazz, opera, classical, blues, gospel, dan sejenisnya.
Jenis musik gospel, pop, new age, religious, dan soundtrack juga terbukti berhubungan positif.
Sebaliknya, musik punk menunjukkan hubungan negatif dengan kecerdasan emosi.
Artinya, musik dengan tempo keras dan cepat cenderung berpengaruh kurang baik bagi pengelolaan emosi.
Penelitian ini menegaskan bahwa musik bisa menjadi stimulus penting untuk melatih kecerdasan emosi.
Musik yang tenang dan harmonis lebih membantu seseorang untuk mengelola perasaan.
Sementara musik yang keras bisa memicu emosi yang tidak stabil bila dikonsumsi berlebihan.
Mahasiswa dengan kecerdasan emosional tinggi biasanya lebih bijak dalam memilih musik.
Mereka cenderung menggunakan musik untuk menenangkan diri atau mengekspresikan perasaan sehat.
Bagi mahasiswa profesi ners, hal ini penting karena mereka menghadapi tekanan studi dan praktik yang berat.
Musik bisa menjadi sarana terapi sederhana untuk menjaga keseimbangan emosi sehari-hari.
Oleh karena itu, bijaklah memilih musik agar emosi lebih stabil dan kesehatan mental tetap terjaga.
(ed)