JAGAOSATU - Kualitas udara dalam ruangan sering dianggap sepele, padahal bisa sangat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh manusia.
Peneliti dari Universitas Klabat merancang sistem pemantauan dan notifikasi kualitas udara berbasis IoT untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya udara bersih
Sistem ini menggunakan mikrokontroler Wemos Board dan sensor MQ135 yang berfungsi mendeteksi kadar gas berbahaya.
Gas yang dapat terdeteksi meliputi Ammonia (NH3), Nitrogen Oxcide (NOX), Alcohol, Benzena, Carbon Monoxide (CO), dan Carbon Dioxide (CO2).
Setiap perubahan kadar gas di ruangan akan dikirim secara langsung ke platform ThingSpeak sebagai sistem monitoring.
ThingSpeak kemudian menyajikan data dalam bentuk grafik real-time yang bisa diakses pengguna.
Jika level udara melebihi batas normal, sistem akan mengirimkan peringatan otomatis ke smartphone pengguna melalui Blynk Apps.
Blynk adalah platform aplikasi IoT yang mendukung pengiriman notifikasi secara langsung.
Dengan begitu, pengguna bisa segera mengetahui jika udara di dalam ruangan tidak lagi sehat.
Peneliti menjelaskan bahwa perangkat ini bekerja secara real-time dan terhubung langsung ke internet.
Baca Juga: IoT Bantu Unklab Pantau Suhu, Kelembaban, dan Kualitas Udara Secara Real-Time
Sistem ini sangat cocok dipasang di ruangan tertutup seperti rumah, sekolah, kantor, hotel, hingga rumah sakit.
Menurut hasil pengujian, sensor MQ135 dapat membaca kadar gas dengan akurasi yang baik.
Nilai rata-rata yang terdeteksi selama 20 menit pemantauan mencapai 489,3 yang menunjukkan level polusi udara menengah.
Sistem juga membagi kualitas udara menjadi tiga level yaitu normal, medium polluted, dan highly polluted.
Jika udara masuk kategori medium atau tinggi, peringatan langsung dikirim ke smartphone pengguna.
Wemos Board yang dilengkapi modul Wi-Fi memastikan data dari sensor dapat dikirim dengan cepat ke cloud.
Aplikasi ThingSpeak menyimpan semua data yang terbaca dan menampilkannya dalam bentuk grafik agar mudah dipahami.
Aplikasi Blynk berperan sebagai sistem notifikasi yang praktis dan cepat diakses pengguna kapan saja.
Pengujian menunjukkan sistem mampu memberikan push notification secara konsisten dalam waktu singkat.
Hal ini membuktikan bahwa sistem pemantauan kualitas udara berbasis IoT ini dapat diandalkan.
Inovasi ini dinilai penting karena tidak semua orang menyadari bahaya udara dalam ruangan yang tercemar.
Dengan adanya sistem pemantauan otomatis ini, masyarakat bisa mengambil tindakan lebih cepat untuk mencegah gangguan kesehatan.
Universitas Klabat berharap teknologi ini dapat diterapkan secara luas di masa depan untuk mendukung lingkungan sehat berbasis teknologi.
Selain pemantauan udara, sistem ini juga bisa dikembangkan untuk deteksi suhu, kelembaban, dan partikel debu.
(AR)
Editor : Prisilia Rumengan