Jagosatu.com – Dunia teknologi kembali digemparkan oleh pengumuman kolaborasi besar antara Oracle dan NVIDIA.
Keduanya resmi meluncurkan proyek supercluster AI terbaru yang diberi nama OCI Zettascale10.
Proyek ini diklaim mampu menghadirkan kekuatan komputasi terbesar di dunia untuk melatih dan menjalankan model AI berskala raksasa.
OCI Zettascale10 adalah bagian dari platform Oracle Cloud Infrastructure (OCI) yang kini diperkuat dengan ribuan GPU NVIDIA terkini.
Menurut NVIDIA Newsroom, supercluster ini akan menggunakan chip AI generasi terbaru NVIDIA GB200 Grace Hopper Superchip.
Chip tersebut dirancang khusus untuk menangani proses pelatihan model AI besar seperti Large Language Model (LLM) dan AI generatif.
Baca Juga: Sejarah Baru Como Usai Tumbangkan Juventus 2-0 dan Catat Rekor Tak Terkalahkan di Kandang
Dengan performa hingga 16 ZettaFLOPS, proyek ini bahkan disebut bisa mengungguli infrastruktur yang digunakan oleh ChatGPT.
Menurut Oracle Blog, sistem ini akan membantu perusahaan dan peneliti mengakses kekuatan AI tanpa perlu membangun data center sendiri.
Kolaborasi ini bukan hanya tentang kecepatan, tapi juga tentang efisiensi energi dan skala penggunaan.
NVIDIA menegaskan bahwa setiap node pada Zettascale10 akan menggunakan teknologi pendinginan canggih untuk menjaga performa optimal.
Supercluster ini dibangun untuk mendukung beban kerja AI raksasa seperti analisis genomik, pelatihan bahasa alami, hingga simulasi ilmiah.
Menariknya, Oracle akan membuka akses OCI Zettascale10 secara bertahap kepada mitra dan pelanggan enterprise.
Artinya, perusahaan di seluruh dunia bisa memanfaatkan otak AI superbesar ini untuk mempercepat inovasi mereka.
Dilansir dari CIO Dive, proyek ini merupakan langkah nyata menuju “era zettascale computing” yang sudah lama dinantikan industri.
Zettascale sendiri mengacu pada kemampuan komputasi yang mencapai satu miliar miliar miliar (10²¹) operasi per detik.
Dengan kemampuan sebesar ini, AI dapat memproses data dalam jumlah tak terbayangkan hanya dalam hitungan detik.
Teknologi Grace Hopper Superchip yang digunakan menggabungkan CPU dan GPU dalam satu modul terpadu untuk mengurangi latensi.
Menurut Network World, kombinasi ini menjadikan performa sistem lebih cepat 30 kali lipat dibandingkan arsitektur tradisional.
Selain itu, sistem interkoneksi bernama NVLink dari NVIDIA memungkinkan ribuan GPU berkomunikasi tanpa hambatan data.
Oracle juga menambahkan infrastruktur high-bandwidth networking dengan kecepatan hingga 1,6 terabit per detik antar node.
Semua ini membuat Zettascale10 menjadi salah satu sistem AI paling kuat dan efisien yang pernah dibangun manusia.
Tak heran jika banyak analis menyebut proyek ini sebagai langkah besar dalam “revolusi kecerdasan buatan skala planet”.
Oracle memastikan bahwa layanan ini tetap mematuhi standar keamanan data tertinggi di industri cloud computing.
Bahkan, beberapa sumber menyebut Zettascale10 bisa digunakan untuk proyek AI nasional di berbagai negara.
Dalam skenario nyata, sistem ini dapat melatih model seperti ChatGPT dalam waktu jauh lebih singkat.
Dengan begitu, pengembangan AI yang dulunya butuh waktu berbulan-bulan kini bisa dipangkas hanya menjadi beberapa hari.
Oracle dan NVIDIA juga menegaskan komitmennya terhadap penggunaan energi hijau untuk menggerakkan supercluster ini.
Mereka bekerja sama dengan penyedia energi terbarukan untuk memastikan efisiensi dan keberlanjutan jangka panjang.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi tonggak sejarah baru bagi dunia teknologi dan pusat data global.
Bahkan, banyak pengamat percaya proyek ini akan mempercepat munculnya era AI mandiri dan komputasi berbasis zettascale.
Dengan semua inovasi tersebut, Oracle dan NVIDIA tampaknya benar-benar siap menulis babak baru dalam sejarah kecerdasan buatan.
VYR
Editor : Toar Rotulung