Jagosatu - Sarapan sering dianggap hal sepele, padahal punya pengaruh besar terhadap semangat dan kemampuan belajar seseorang.
Banyak yang belum tahu kalau sarapan bisa jadi faktor penting dalam mendukung fokus dan konsentrasi di kelas.
Penelitian menunjukkan bahwa energi yang masuk ke tubuh di pagi hari berperan besar dalam kinerja otak.
Tapi, apakah benar kebiasaan sarapan bisa memengaruhi prestasi akademik mahasiswa?
Untuk menjawab hal ini, beberapa peneliti di Universitas Klabat (UNKLAB) melakukan dua penelitian berbeda terkait kebiasaan sarapan.
Penelitian pertama dilakukan oleh Braling dan Tandilangi (2024) dari Fakultas Keperawatan.
Mereka ingin mengetahui apakah ada hubungan antara frekuensi sarapan dengan prestasi akademik mahasiswa.
Sebanyak 221 mahasiswa aktif menjadi responden dalam penelitian tersebut.
Mereka mengisi kuesioner tentang kebiasaan sarapan, seperti seberapa sering mereka makan pagi dalam seminggu.
Baca Juga: Analisis Pola Peminjaman Buku di Perpustakaan Unklab: Begini Cara Algoritma Apriori Membantu!
Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa jarang sarapan — sekitar 43,9% hanya makan pagi 1–3 kali seminggu.
Sementara itu, hanya 14% mahasiswa yang rutin sarapan setiap hari.
Menariknya, hasil analisis data menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan dan prestasi akademik.
Artinya, meski banyak mahasiswa yang jarang sarapan, IPK mereka tetap berada pada kategori cukup baik (2,54–3,41).
Namun, peneliti menegaskan bahwa sarapan tetap penting untuk mendukung fungsi otak dan tubuh agar siap belajar.
Selain penelitian tersebut, penelitian II dari UNKLAB juga meneliti topik serupa dengan fokus yang sedikit berbeda.
Penelitian kedua ini melihat kualitas sarapan dan bukan hanya frekuensinya.
Mahasiswa yang mengonsumsi makanan bergizi seperti roti gandum, telur, buah, dan susu menunjukkan tingkat konsentrasi lebih tinggi.
Sebaliknya, mereka yang sering sarapan makanan instan atau hanya minum kopi cenderung cepat lelah dan sulit fokus di kelas.
Dari hasil penelitian II tersebut, ditemukan bahwa jenis makanan saat sarapan punya pengaruh nyata terhadap performa belajar.
Artinya, bukan hanya soal “sarapan atau tidak”, tapi juga “apa yang kamu makan saat sarapan”.
Kombinasi karbohidrat kompleks, protein, dan vitamin dari buah terbukti membantu menjaga kestabilan energi sepanjang hari.
Sementara sarapan yang terlalu manis atau berlemak malah bisa membuat tubuh cepat mengantuk.
Peneliti dari UNKLAB juga menyarankan agar mahasiswa tidak melewatkan waktu sarapan, terutama sebelum kuliah pagi.
Selain memberi energi, kebiasaan sarapan yang baik juga membantu membangun rutinitas harian yang lebih disiplin.
Kedua penelitian ini menunjukkan bahwa sarapan memang punya peran penting — walaupun pengaruhnya terhadap IPK mungkin tidak langsung terlihat.
Namun, sarapan tetap membantu menjaga keseimbangan fisik dan mental agar siap menghadapi aktivitas akademik yang padat.
Jadi, jangan lewatkan sarapanmu ya!
Mulailah pagi dengan menu sederhana seperti roti, buah, atau segelas susu agar tubuh dan otak tetap aktif seharian.
Karena meski hasil penelitian berbeda, satu hal pasti — sarapan tetap langkah kecil menuju hari yang produktif dan sehat.
(ed)
Editor : Priska Watung